Beroperasi Dimasa Pandemi, WHW Tetap Berkomitmen Sejahterakan Karyawan dan Jalankan Prokes Ketat

0
286

Foto Perusahaan PT WHW di Kecamatan Kendawangan Ketapang Kalbar. (Foto Ist)
LINTASKAPUAS I KETAPANG,- Kemunculan Pandemi Covid-19 di Indonesia yang terjadi pada awal Maret 2020 lalu membuat ekonomi Indonesia jatuh pada Kuartal II tahun 2020. Dimana, banyak perusahaan runtuh karena tak mampu bertahan bahkan tak jarang pula pihak perusahaan tak mampu membayar gaji karyawan hingga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja
(PHK).

Namun, tidak demikian halnya dengan PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW). Yang mana Perusahaan smelter alumina
terbesar se-Asia Tenggara tersebut tetap mempertahankan operasional bisnisnya demi tetap memberikan kontribusi ekonomi kepada Indonesia, khususnya kesejahteraan bagi seluruh karyawannya.

Hingga Desember 2021 lalu, WHW berhasil menyerap tenaga kerja dengan total 3.107 orang. Dengan mayoritas pekerja berasal dari Kalimantan Barat sebanyak 2.707 orang.

Meskipun tetap beroperasi dimasa pandemi WHW tetap mengikuti berbagai kebijakan Pemerintah terkait Potokol Kesehatan (Prokes) dimana, WHW memproteksi/melindungi karyawannya dengan penerapan protokol kesehatan sangat ketat.

Selain itu, WHW juga tetap berkomitmen dalam menjamin kesejahteraan karyawannya dengan memberikan
insentif bagi karyawan yang tetap bekerja selama masa pandemi.

Saat ini, WHW masih menerapkan PMNN (Persiapan Menuju New Normal). Yang mana Mekanisme PMNN ini setiap karyawan diizinkan memasuki site dengan syarat wajib menjalani tes PCR/Swab dengan hasil negatif.

Berdasarkan keterangan tertulisnya kepada Wartawan LK, Senior HR Manager WHW, Ananda Handoko Hokky, menjelaskan bahwa WHW telah merencanakan penerapan sistem
kerja normal, hal ini dilakukannya karena penyebaran Covid-19 di tanah air sudah mulai berkurang.

“Perusahaan perlu mempersiapkan hal-hal yang penting dan teknis saat PMNN dibuka dengan tetap
melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Perusahaan juga akan mengamati perkembangan pandemi
ini selama bulan Januari 2022 dan akan mempertimbangkan status PMNN pada Maret 2022,” ujarnya melalui Press Release Kamis, (13/01/2020)
Sore.

Selain itu, Handoko juga menjelaskan terkait penerapan kebijakan protokol kesehatan yang diterapkan WHW selama pandemi Covid-19 mulai Maret 2020 hingga sekarang.

“Saat awal pandemi yang berlangsung pada Maret 2020 WHW menerapkan status PSKK (Pengurangan Sebagian Kegiatan Karyawan) pada lingkungan site dengan mempertimbangkan WHW saat itu belum memiliki alat PCR,” terangnya.

Lanjutnya, hal itu dengan tujuan untuk melindungi lingkungan bekerja tidak terpapar Covid-19, maka karyawan diberikan pilihan untuk memilih berada di dalam site atau di luar site (at home).

“Untuk karyawan yang memilih at home (di rumah), gajinya dipotong 40%. Pemotongan 40% upah ini dilakukan atas dasar kesepakatan antara perusahaan dan karyawan. Pemotongan tersebut kemudian diberikan kepada
karyawan yang berada at site.
Pada periode PSKK tersebut, selain itu WHW juga memberikan tambahan insentif sebesar 15% dari upah bagi semua karyawan yang memilih berada di site,” ungkapnya.

Terkait Penerapan status PSKK pada periode 21 Maret 2020 hingga 15 Juli 2020 menurut Handoko, hal itu sangat tepat karena memberi dampak operasional perusahaan tetap
berjalan baik, dengan melindungi karyawan tidak ditemukan terpapar Covid-19 di dalam perusahaan.

“Pada saat WHW memiliki alat PCR sendiri, pola PMNN diterapkan dengan mekanisme setiap 25 (dua puluh
lima) hari kerja, karyawan diberikan hak istirahat (libur) di luar site selama 10 (sepuluh) hari, pada hari ke 11 karyawan kembali ke site dengan terlebih dahulu menjalani tes PCR dengan hasil negatif,” ujar Handoko kembali menjelaskan.

Menurut Handoko, hari ke-11 ini
dihitung sebagai hari kerja. Kebijakan ini berlaku bagi pekerja lokal Kabupaten Ketapang. Namun Bagi karyawan
yang Point of Hire (daerah asal penerimaan) di luar Kabupaten Ketapang, Perusahaan menerapakan jadwal kerja 10 minggu, 2 minggu dengan 1 hari istirahat setelah bekerja 13 hari berturut-turut.

“Pada hari kerja ke-70 diberikan hak libur 14 hari di luar site dengan tambahan 2 hari perjalanan,” timpalnya.

Handoko menambahkan, mulai 07 Januari 2022 perusahaan masih menerapkan pola PMNN dan akan melihat perkembangan status
tersebut hingga Februari 2022.

“Bagi karyawan lokal Kabupaten Ketapang dizinkan pulang pergi dengan kembali bekerja esok hari dengan tetap menjalani protokol kesehatan ketat,” tambahnya.

Namun mulai 1 Januari 2022, WHW kembali menerapkan kebijakan yang berpihak ke pekerja yaitu dengan
menerapkan jadwal kerja 15 hari kerja dan 6 hari istirahat dan pada hari ke-7 dilakukan PCR dan dihitung
sebagai hari kerja,” tukasnya. (Ags)