
LINTASKAPUAS | SINTANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB) telah mentransfer dana hibah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah Infrastruktur panca Bencana Banjir kepada Pemerintah daerah Kabupaten Sintang. Badan Penanggulangan Bencana daerah(BPBD) Sintang saat ini telah siap untuk merealisasikan Dana hibah tersebut guna mendukung pemulihan panca banjir.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Sintang, Abdul Supriyadi usia mengikuti zoom meeting bersama dengan Direktur sarana dna prasarana BNPB di ruang Media Center Kantor Bupati Sintang, kamis 22 mei 2025.
Abdul Supriyadi menyampaikan bahwa jumlah dana dari BNPB yang ditransfer ke Pemerintah daerah Kabupaten Sintang tersebut kurang lebih 10 miliar yang diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur yang terdampak banjir.
“Dana hibah yang kita terima itu sekitar 10 miliar dan kita peruntukkan semuanya untuk pembangunan Jembatan yang terdampak Bencana banjir tersebar dibeberapa titik di kabupaten Sintang, ” ujarnya.
Lebih lanjut, Abdul Supriyadi menyampaikan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan(PMK) dana hibah tersebut tidak bisa digunakan untuk biaya operasional khususnya untuk anggaran pengawasan dan monitoring.
“Jadi dana hibah tersebut murni dialokasikan untuk pembangunan fisik dilapangan, “jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah masih mengalami kendala terkait dengan anggaran jasa konsultan pengawasan dan anggaran monitoring di lapangan. ” Untuk anggaran ini kita masih menunggu persetujuan anggaran perubahan dari pemerintah daerah karena tanpa anggaran tersebut tidak mungkin dikerjakan tanpa pengawasan lapangan, tentunya akan bisa menjadi masalah besar sebagai contoh dalam laporan pekerjaan tersebut sudah selesai tapi faktanya dilapangan ternyata belum selesai, hal seperti ini bisa menjadi masalah besar, oleh sebab itu kita tidak mau hal seperti itu terjadi, ” ucapnya.
Meski demikian, Abdul Supriadi menyampaikan bahwa pihaknya akan mengusahakan semua agar pembangunan jembatan yang sudah dianggarkan melalui dana Hibah Pemerintah Pusat tersebut segera direalisasikan dilapangan. ” Kalau untuk biaya anggaran untuk konsultan pengawas sudah tersedia. Tinggal anggaran monitoring dan Evaluasi yanh belum ada. Hanya saja Bappeda Sintang menyampaikan anggaran tersebut akan ditambah pada anggaran perubahan kedepannya.l, ” ucap Abdul.
Dengan adanya progres pembangunan beberapa jembatan anggaran dari pemerintah pusat tersebut, abdul supriadi mengajak seluruh masyarakat kabupaten Sintang untuk ikut mengawal proses pembangunan jembatan yang anggarannya digelontorkan dari Dana Hibah Pemerintah pusat tersebut agar proses pembangunannya berjalan dengan lancar dan segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai akses mobilitas dan memperlancar roda perekonomian masyarakat Kabupaten Sintang.










