DPRD Desak Disdikbud Evaluasi Guru Pelaku Kekerasan

0
1411
Melkianus, Sekretaris Komisi C DPRD Sintang

LINTASKAPUAS.COM,SINTANG-Komisi C DPRD Sintang langsung bereaksi menyikapi kasus pemukulan murid oleh gurunya sendiri di SDN 18 Kelurahan Ladang. Sekretaris Komisi C Melkianus mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan evaluasi terhadap guru yang melakukan pemukulan.

“Komisi C sangat prihatin dengan permasalahan ini. Kami minta Disdikbud melakukan evaluasi terhadap oknum guru yang melakukan tindak kekerasan,” kata Melkianus pada wartawan, Rabu (26/9) di kantor DPRD Sintang.

Jika masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, kata Melkianus, proses lebih lanjut terhadap oknum guru yang melakukan kekerasan tetap harus dilakukan. “Langkah itu harus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Kami di Komisi C yang membidangi pendidikan, harus ikut berperan melindungi peserta didik,” katanya.

Politisi Golkar ini menambahkan, sebagai guru tentu harus mendidik anak-anak dengan cara-cara baik, bukan dengan kekerasan. “Apapun alasannya, kekerasan dalam dunia pendidikan tidak dibenarkan. Sebesar apapun kesalahan anak tersebut, cara mendidik harus dilakukan dengan baik, bukan dengan kekerasan. Apalagi mereka masih SD,” katanya.

Terkait sanksi yang diberikan setelah dilakukan evaluasi terhadap guru yang melakukan kekerasan, Melkianus menegaskan bahwa Disdibud pasti lebih memahami apa yang harus dilakukan. “Dinaslah yang harus mengkaji sanksinya seperti apa. Meskipun kasusnya sudah diselaikan secara kekeluargaan, guru pelaku kekerasan tetap harus disanksi,” tegas Melkianus.

Politisi asal perbatasan ini kemudian menyampaikan pesan pada guru agar bijak menyikapi tindakan peserta didik di sekolah. “Ketika peserta didik melakukan hal-hal yang tidak wajar, kami minta para guru bijak lah. Kalau menegur, yang wajar-wajar saja. Jangan sampai main tangan,” pesan dia.

Bagaimanapun juga, kata Melianus, guru tentu telah diberikan ilmu untuk mendidik anak-anak dengan baik. “Anak-anak dengan berbagai latarbekang tentu memiliki sifat yang beragam pula. Olah sebab itu, peserta didik kami minta bijak mengambil tindakan,” katanya lagi.

“Jangan sampai tindakan yang dilakukan malah membuat anak lebih parah perilakunya kedepan,” pungkasnya.