DPRD Minta pemerintah Serius Tangani stunting

0
528

Hermanto Aci
LINTASKAPUAS I SINTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Sintang meminta kepada pemerintah Kabupaten Sintang agar serius menangani masalah giji buruk dan masalah anak kerdil (stunting) Kabupaten Sintang.
“Sebenarnya kasus Gizi buruk dan Kasus stunting ini bukan masalah baru dikabupaten Sintang dan masalah kasus ini sudah ada mulai 10 atau 20 generasi kita sebelumnya, “ungkap Anggota DPR Sintang, Hermanto Aci Kepada Lintaskapuas.com belum lama ini.
Hermanto mengatakan untuk mengurangi kasus gizi buruk dan stunting di Kabupaten Sintang. maka, pemerintah wajib memprioritaskan dan menangani kasus tersebut dengan serius. “saya rasa jika pemerintah serius menangani masalah kasus Giji Buruk dan Stunting, dipastikan generasi 10 sampai 20 tahun kedepan akan cemerlang, “ucapnya.
Politisi Partai nasional Demokrat ini juga mengatakan bahwa pemerintah adalah organ paling paham dan mengetahui kondisi ekonomi, sosial serta kesehatan masyarakat hingga ke lingkup terkecil. Sehingga dibutuhkan inisiatif langsung dari pemerintah.
Selain itu, Pemerintah di desa juga harus didorong untuk membantu mengatasi stunting. Dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat, yang nilainya meningkat setiap tahun, harus dialokasikan untuk meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya ibu hamil dan bayi yang baru lahir, meningkatkan edukasi kesehatan sejak dini, meningkatkan akses layanan kesehatan di desa, serta perbaikan sanitasi.
Menurut Hermanto Masalah kasus stunting dan gizi buruk, tidak hanya tanggung jawab pemerintah pusat melainkan juga menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah dengan bantuan Kementerian Kesehatan, harus didorong untuk ikut bertanggung jawab mengatasi persoalan ini,” ucapnya
Mengingat penanganan stunting sudah menjadi salah satu gerakan dan program prioritas nasional, pemerintah pusat dan pemda. Karena itu, perlu terus mengedukasi pentingnya perbaikan gizi dan pola hidup sehat, penguatan layanan kesehatan dasar berkualitas, dan pembangunan infrastruktur sanitasi dan air bersih di wilayah-wilayah yang rawan gizi buruk.
“Ini kerja bersama untuk menjamin kecukupan gizi untuk balita dan ibu hamil dengan menggalakkan program imunisasi dan pemberian makanan sehat dan bergizi. Ini mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibanding negara-negara berpendapatan menengah lainnya,” pungkas Hermanto