
LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Forum Guru Nonorer Perbatasan Kabupaten Sintang menggelar audiensi ke pada Pemerintah Kabupaten Sintang yang merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat meminta agar rekrutmen CPNS Guru Garis Depan(GGD) kedepannya lebih memprioritaskan tenaga Honore yang sudah mengabdi puluhan tahun.
“Kalau untuk CPNS GGD tahun ini tidak mungkin ditarik lagi, oleh sebab itu, kedepannya kita hanya meminta kepada pemerintah agar merubah system rekrutmen CPNS GGD supaya putra-putri Daerah khusunya yang ada diwilayah juga bisa ikut berkompetisi, “ungkap Ketua Forum Honorer Perbatasan, Brigita Adrianus kepada Lintaskapuas.com, jumat(17/11)
Ia juga meminta kepada pemerintah agar dalam penerimaan CPNS guru Garis Depan(GGD) kedepannya memberikan prioritas kepada Tenaga Guru Honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun dengan Gaji yang tidak layak.
Harapan kita, kedepannya Pemerintah lebih memperioritaskan Tenaga Guru Honorer yang sudah lama mengabdi. Karena mereka ini juga anak bangsa yang patut mendapat perhatian dari pemerintah, “ungkapnya.
Brigita juga menilai sangat tidak Adil jika program dari pemerintah pusat tidak berpihak kepada daerah. “kalau untuk persyaratan rekrutmen CPNS GGD masih melampirkan sertifikasi pendidikan profesi guru dan lulusan dari akreditasi kampus minimal B itu sama saja menjegal putra Daerah untuk ikut berkompetisi, “ucapnya.
Jadi, lanjut Tenaga Guru Honorer yang sudah mengabdi selama 10 tahun di Sekolah Dasar(SD) Negeri Nanga Seran Kecamatan Ketungau Tengah ini agar pemerintah Bijak dan adil terhadap putra-putri yang ada di daerah, khususnya dalam rekrutmen CPNS GGD agar lebih memprioritaskan Tenaga Guru Honorer yang sudah mengabdi Puluhan tahun, “harapnya.










