
LINTASKAPUAS | SINTANG – Pemerintah kabupaten sintang akan memantau penyebab tingginya harga elpiji 3 kilogram ditingkat di pasaran. Pasalnya harga elpiji 3 kilogram ditingkat pengecer cukup tinggi untuk di kecamatan Sintang.
“Kita akan melakukan pemantauan terhadap aktivitas penjualan elpiji 3 kilogram ini. Karena harganya yang cukup tinggi untuk ditengah kota sintang. Meskipun ini termasuk proses bisnis masyarakat, namun pemerintah akan melakukan pengawasan,” kata plt Disperindagkop Kabupaten Sintang, Subendi, Rabu (5/11/2025) pagi.
Menurutnya sebagian besar pengecer elpiji 3 kilogram mengambil langsung di pangkalan. Namun apakah harganya yang diterima pembeli sesuai atau tidak tetap akan dilakukan pemantauan kedepannya.
“Mereka kan ambil di pangkalan, untuk harga ini proses bisnis yang kita tidak bisa terlalu jauh mengintervensi ditingkat pasar. Kita tidak bisa mengatur orang jual beli bisnis ditingkat pengecer. Ini yang susah untuk dilakukan penindakan,” ucap Subendi.
Subendi mencontohkan, jika pengecer mengambil langsung di pangkalan dengan harga resmi, kemudian di jual lagi ke pengecer lainnya tentu akan ada selisih harga yang terjadi. Hal itu yang dikhawatirkan terjadinya permainan harga hingga sampai ke masyarakat bisa tinggi.
“Jika dari satu pengecer ke pengecer lainnnya mengambil dengan selisih harga 3 ribu per tabung, tentu ketika sampai di masyarakat harganya bisa mencapai 30 ribu rupiah lebih. Hal ini yang sulit kita kendalikan karena termasuk proses bisnis masyarakat atau mekanisme pasar,” ungkapnya.
Subendi menambahkan pihaknya akan memantau aktivitas jual beli elpiji 3 kilogram di pasaran. Pasalnya jika sistem jual beli masyarakat yang cukup tinggi, tentu bisa menciptakan harga yang tinggi pula ketika sampai di masyarakat.
“Makanya kami meminta masyarakat untuk membeli langsung ke pangkalan terdekat dari rumahnya. Sebab harga di pangkalan pasti sesuai dengan harga darii pertamina sehingga tidak ada kenaikan yang cukup tinggi,” tutupnya.(Red)










