Kasus Angka Kematian Ibu Dan Bayi di Kabupaten Sintang Tinggi

0
187
PLT kabid kesehatan masyarakat, dinas kesehatan kabupaten sintang, Bahrul Mazi

LINTASKAPUAS | SINTANG – Dinas kesehatan kabupaten sintang mendata, kasus angka kematian ibu dan angka kematian bayi di kabupaten sintang cukup tinggi. Hingga bulan oktober 2025, petugas kesehatan menemukan ada 6 kasus kematian ibu, sedangkan angka kematian bayi sebanyak 68 kasus.

“Angka kematian bayi sebanyak 68 kasus dan angka kematian ibu sebanyak 6 kasus. Jumlah itu terbilang tinggi di kabupaten sintang dan harus segera mendapatkan penanganan serius dari berbagai pihak,” kata plt kabid kesehatan masyarakat, dinas kesehatan kabupaten sintang, Bahrul Mazi, kamis (6/11/2025) pagi.

Berkaitan dengan itu, dinas kesehatan kabupaten sintang secara aktif melakukan audit maternal perimatal. Hal itu dilakukan guna mencari solusi maupun rekomendasi terkait kasus kematian ibu dan bayi di kabupaten sintang yang terbilang cukup tinggi.

“Dinas kesehatan berupaya mencari mencari benang merah, untuk mencari solusi, mencari rekomendasi dari kasus kematian ibu dan bayi itu. Dengan kondisi yang sangat heterogen dimana kesenjangan antara di kota dan di desa yang cukup jauh berbeda. Terlebih lagi dari segi sumberdaya manusia, sarana dan prasarana, dikaitkan dengan penanganan pada kasus tertentu pada ibu maupun pada bayi,” ucap bahrul.

Menurutnya yang terjadi adalah suatu kasus patologis, ada juga yang terdeteksi namun ada juga yang tidak terdeteksi oleh petugas kesehatan. Pasalnya kondisi sarana prasarana, infrastruktur dan lain sebagainya menjadi salah satu penyebab beberapa kasus tidak terdeteksi dengan baik.

“Untuk masalah kesehatan ibu dan bayi ini bukan hanya tanggungjawab dari insan kesehatan, melainkan tanggungjawab kita bersama. Dukungan lintas sektoral, lintas program untuk meningkatkan status kesehatan ibu dan anak harus bisa berjalan dengan baik. Karena tidak mungkin jika hanya insan kesehatan yang bergerak untuk meningkatkan status kesehatan ibu dan bayi tanpa adanya campur tangan, partisipasi aktif dari segala sektor,” tutupnya.