IMI Sintang : Kami Memilih Pembalap yang Potensi Besar Meraih Medali Emas

0
333
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Sintang, Boy Rahadian

LINTASKAPUAS | SINTANG – Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Sintang, Boy Rahadian mengatakan bahwa IMI Sintang dalam menentukan atlet yang akan ikut berkompetisi dalam kejuaraan Pekan Olah raga (Porprov) Kalbar lebih kepada atlet yang memiliki potensi besar meraih medali emas.

“Dalam menentukan Atlet yang akan ikut berkompetisi pada Porprov cabang olahraga balap motor ini bukan masalah suka tidak suka tapi kami lebih kepada atlet yang berpotensi besar mampu meraih medali emas, ungkap Boy kepada sejumlah wartawan saat ditemui di kediamannya, Kamis (1/9/2022).

Menurutnya atlet yang berpotensi besar tersebut adalah atlet handal, yang sudah berprestasi serta berpengalaman dalam cabang olahraga balap yang akan di pertandingan.

“Kejuaraan Porprov ini merupakan kejuaraan yang mempertaruhkan nama baik daerah, KONI dan IMI Sintang, jadi kita harus benar-benar profesional bukan masalah suka atau tidak suka,” ucap Boy.

Hal tersebut dikuatkan dengan dirinya pernah berjanji kepada Bupati Sintang bahwa dalam kejuaraan Porprov menargetkan siap memboyong Empat (4) medali emas dari Cabang olahraga balap yang dipertandingan.

“Hal ini masalah nama baik, karena pada saat peresmian sirkuit di Stadion Baning Sintang, saya pernah berjanji untuk Porprov Cabang olahraga balap motor saya targetkan empat medali emas,” tegas Boy.

Terkait dengan pemain luar, dikatakan Boy bahwa pihaknya tetap merujuk pada aturan KONI, setia atlet yang diikut sertakan dalam Porprov boleh mengambil atlet dari luar daerah minimal satu orang jika daerah asal dianggap tidak ada yang berprestasi.

“Untuk Sintang setelah kita seleksi ada dua orang yang berangkat yakni atas nama Sabil dari Sintang dan Alpa Riji dari Mempawah di kelas pemula untuk perwakilan Sintang di Porprov nanti. Kenapa Sabil kita ambil, karena yang bersangkutan berhasil jadi juara 1 di kelas 150 cc 4-tak. Jadi kita IMI Sintang tidak ada melanggar prosedur, itu sudah sesuai dengan aturan yang ada,” katanya.

Lebih lanjut, Mantan Pembalap Sintang ini mengatakan Training Center ( TC ) bukan merupakan salah satu syarat mutlak bagi peserta balap bisa diutus dalam ajang untuk mengikuti Porprov.

“Jadi di sini bukan masalah like and dislike atau suka tidak suka, tapi lebih kepada prestasi. Kalau masalah suka tidak suka, sebenarnya saya juga punya adik pembalap. Tapi karena saya lihat peluang untuk meraih medali sangat kecil sekali, pasalnya ini masalah beban juga bagi saya selaku ketua IMI Sintang, makanya kita memilih atlet yang benar-benar menurut kita berpeluang besar untuk meraih medali, karena target kita empat medali emas,” pungkas boy.