Infrastruktur Perbatasan Buruk, Praktek Ilegal Marak

0
1703
Jalan yang menghubungkan Merakai Kecamatan Ketungau tengah kondisi rusak parah, kondisi ini diperparah jika musim penghujan
Jalan yang menghubungkan Merakai Kecamatan Ketungau tengah kondisi rusak parah, kondisi ini diperparah jika musim penghujan

LINTASKAPUAS.COM_SINTANG, Infrastruktur yang belum memadai di kawasan perbatasan menjadi satu diantara faktor terjadinya gangguan keamanan, yang berupa aktivitas ilegal kerap terjadi. “Infrastruktur jalan harus dibenahi, ini salah satu upaya untuk mencegah kegiatan ilegal di kawasan perbatasan,” ungkap Komandan Korem 121Abw Sintang, Brigjen TNI. Moch. Fachrudin ketika ditemui sejumlah wartawan belum lama ini..

Fahrudin mengakui bahwa Pihaknya kerap menemukan adanya aktivitas ilegal seperti keluar masuknya kendaraan asing, aktifitas penyelundupan sembako bahkan belum lama ini, pihaknya menemukan TKI ilegal yang kabur melewati jalur tikus diwilayah perbatasan.

Lebih lanjut Jendral Bintang satu ini berharap pemerintah untuh segera mencari solusi terhadap ketertinggalan di kawasan perbatasan, khususnya infrastruktur. Ia berasumsi jika kawasan perbatasan fasilitas telah dipenuhi maka tidak akan ada masyarakat yang bergantung kepada negara tetangga sebelah malaysia.

“Selain infrastruktur sektor perekonomian juga harus di perbaiki,” imbuhny.

TNI kata danrem saat ini memiliki 45 pos di perbatasan. Pos tersebut tersebar di sepanjang perbatasan Indonesia Malaysia. “tugasnya pihak TNI hanya sebatasan melaksanakan pengamanan dan pertahanan wilayah NKRI,” tuturnya.

Belum lama ini Danrem juga mengaku sudah berkunjung ke sejumlah wilayah di perbatasan Indoenesia Malaysia. Salah satunya ke desa Jelimuk dan Desa Djung kecamatan Ketungau Tengah.

Dari hasil kunjungnya seluruh masyarakat mengeluhkan infrastruktur. Hampir 90 persen infrastruktur di kawasan perbatasan rusak parah. Lebih parahnya lagi sampai hari ini belum ada tindakan nyata dari pemerintah.