Jarot : Wujudkan Tamadun Melayu

0
1473
Ditabuhnya rebana sebagai tanda dibukanya Musda DPD PFKPM Sintang

SINTANG-Ditandai dengan ditabuhnya rebana oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) Kabupaten Sintang resmi dibuka, Sabtu (28/4) malam lalu.

Pembukaan Musda berlangsung di Istana Al Mukarramah. Musda akan dilaksanakan pada Minggu (29/4) untuk menyusun program kerja selanjutnya, pertanggungjawaban pengurus sebelumnya serta pemilihan ketua DPD PFKPM Sintang.

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan bahwa yang diharapkan Puak Melayu adalah mewujudkan Tamadun Melayu. Yakni peradaban yang unggul dan maju dari bangsa-bangsa Melayu.

Rujukannya ada dua. Pertama adalah, Tamadun itu merujuk pada masa awal hijrah rasul yang membentuk pemerintahan di Madinah. Saat itu bisa hidup rukun dan damai dengan berbagai eleman bangsa, agama dan suku lain di Madinah.

“Nabi sudah memberi contoh soal persatuan dengan semua eleman bangsa. Kedua tentunya adalah adat istiadat Melayu itu sendiri,” katanya.

Menurutnya, jika ingin tumbuh besar, merujuk pada pernyataan Datuk Anwar Ibrahim, yang dibentuk adalah civil society atau masyarakat madani.

“Ketika itu terjadi, disitulah akan kelihatan emas atau loyang Puak Melayu yang bisa bekerjasama dengan pihak lain dari berbagai bangsa. Itulah yang diinginkan,” katanya.

Foto bersama usai pembukaan Musda DPD PFKPM Sintang

Makanya, Musda Pemuda Melayu mengambil yang tema “Melalui Musda IV DPD PFKPM Sintang Kita Wujudkan Solidaritas Puak Melayu Yang Visioner” dinilai Jarot sangat tepat dengan kondisi sekarang ini.

“Cocok temanya, yakni menjaga solidaritas. Jadi, tak akan hilang Melayu ditelan zaman. Oleh karena itu, kita jaga peradaban ini dan kembangkan. Tentunya harus dengan cara pandang helicopter view yang menyesuaikan kondisi kekininian. Harus ada aktualitas dari adat dan budaya Melayu itu sendiri,” katanya.

Ia berharap melalui Musda akan mendapatkan pemimpin PFKPM Sintang yang baik. “Sehingga peradaban Melayu tetap terjaga di Bumi Senentang,” harap Jarot.

Ketua DPD PFKPM Sintang Syahroni mengatakan bahwa Musda harus dilakukan karena kepengurusan lama sudah berakhir. “Periode pengurus sempat diperpanjang sampai bulan Maret dan diwajibkan menggelar Musda pada April 2018,” katanya.

Makanya, kata Syahroni, selaku pimpinan PFKPM Sintang periode 2012-2017 dirinya menjalankan amanah organiasasi yang tertuang pada Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD ART).

“Dalam Musda kami akan melakukan evaluasi baik program kerja maupun struktur kepengurusan. Saya akui, yang kami lakukan selama ini belum bisa memuaskan semua pihak. Makanya saya berterima kasih pada Pemda, organisasi lain dan puak Melayu Sintang yang sudah membantu kami selama ini,” ucapnya.

Dikesempatan itu, pria yang akrab disapa Ce` Roni menyatakan bahwa tema Musda adalah mewujudkan solidaritas, tidak hanya diinternal PFKPM maupun Puak Melayu di Sintang saha.

“Tapi kami juga ingin membangun solidaritas semua komponen masyarakat di Kabupaten Sintang. Sehingga dapat menopang program pembangunan pemerintah daerah Kabupaten Sintang,” katanya.