Ketua BPD Desa Linggam Permai Dianiaya Sampai babak belur oleh 3 Pria Tak Dikenal

0
1857
ILUSTRASI

LINTASKAPUAS | SINTANG – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Linggam permai, Simon(57) mengalami tindak penganiayaan oleh sekelompok orang bersama dengan besannya, Mardianus Thambi(59) hingga babak belur.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari jumat, 21 februari 2025 sekitar pukul 1.00 Wib dini hari bertempat dijalan Sintang – Pontianak Km 7 depan Keling Kumang Mart Desa Balai Agung kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang yang mengakibatkan korban mengalami luka dibagian kepala sehingga harus dilarikan kerumah Sakit Rujukan Ade M djoen Sintang untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurut keterangan yang disampaikan anak Korban atas nama Martinus Ronny kepada sejumlah awak media Sintang menyampaikan bahwa sebelum kejadian, awalnya korban mendapat telpon panggilan dari kepala Desa Linggam Permai dan mengajak bertemu untuk membahas terkait rencana masuknya perusahan sawit ke desa Linggam Permai. ” Mendapat telpon panggilan itu sekitar jam 23.00 wib, Awalnya mereka janji akan bertemu di jalan Lingkar hutan wisata, namun karena ramai Kades linggam Permai mengajak bertemu disalah satu warung kopi terletak dijalan Sintang – Pontianak Km 13. Sebelah Alfamart, jadi ayah saya mengajak mertua saya ikut kesana,” Ucap Ronny.

Setelah bertemu beberapa saat, dikatakan Ronny, kepala desa Linggam permai meminta izin duluan pulang dan meninggalkan korban. “Selang beberapa waktu kemudian ayah dan mertua saya juga beranjak pulang. Saat turun dari lantai atas menuju parkiran, hendak pulang, sepeda motor mereka tak bisa hidup. Setelah dicek ternyata kabel businya dicabut orang, ” cerita Ronny.

Ketika sepeda motor sudah bisa hidup dan hendak pergi, lanjut ronny, ada tiga orang mendekati korban dan langsung menyampaikan. “oi nanti berhenti disana, awas kalau tidak berhenti, ” ucap Ronny menirukan ucapan ancaman ketiga pria tersebut.

Mendapat ancaman tersebut korban Lngsung curiga, sehingga langsung memacu sepeda motornya, dan ternyata ketiga Pria yang mengancam tersebut membuntuti kedua korban dari belakang menggunakan dua unit sepeda motor menuju arah kota Sintang. ” Jadi sepanjang perjalanan ke dua sepeda motor terus memepet ayah dan mertua saya agar berhenti, begitu sampai didepan Keling kumang mart, ayah dan mertua saya tidak mampu lagi mengendalikan motornya sehingga berhenti, pada saat berhenti itu lah ketiga pria tadi langsung melakukan pemukulan kepada ayah dan mertua saya dengan sasaran dikepala.

“Saya mengetahui adanya peristiwa tersebut saat mertua saya datang kerumah dengan berjalan kaki dari tempat kejadian sampai kerumah sekitar pukul 02.00. mertua saya langsung bilang, ‘nak, kami dipukul orang di jalan’. Saya tanya ‘ayah di mana? Beliau jawab ‘tidak tahu’. Setelah itu saya lalu mencari beliau dan menemukan Bapak sudah terkapar di TKP. Malam itu juga, keduanya saya berobat ke rumah sakit,” jelasnya.

Ronny mengaku sudah melaporkan kasus pengeroyokan ayah dan mertuanya tersebut ke Polres Sintang. Pelaku yang dilaporkan adalah 3 pria yang sama-sama pengunjung di cafe tersebut. “harapan saya, agar aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan segera menahan pelaku serta di proses sesuai dengan hukum yang berlaku, ” pungkas Ronny.

Sesuai dengan informasi yang didapatkan tersebut, sejumlah awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung ke mapolres Sintang, namun tidak ada yang bisa dikonfirmasi.
Salah seorang awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada Kasat Reskrim polres Sintang via WhatsApp, dan hanya mendapat balasan jika yang bersangkutan lagi ada kegiatan diluar.