Mantan Kades Curi Sawit, Berakhir Masuk Bui

0
104
Kapolres Sintang, AKBP Tommy Ferdian menyampaikan keterangan pers terkait dengan kasus pencurian buah sawit milik PT. SDK II didampingi Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP. Idris Bakkara

LINTASKAPUAS | SINTANG – Satuan Reserse Kriminal Polres Sintang berhasil mengamankan dua orang pelaku pencurian buah sawit di wilayah perkebunan PT. SDK II Desa Riam Kijang Kecamatan Sei Tebelian Kabupaten Sintang.

Dua tersangka yang kita amankan atas nama inisial AR dan HR. Dan satu di antaranya merupakan mantan Kepala Desa di wilayah setempat, ungkap Kapolres Sintang, AKBP Tommy Ferdian saat ditemui sejumlah wartawan, Jumat(11/3/2022).

Kapolres mengatakan dari hasil pencurian tersebut pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Mitsubishi Strada jenis pick up dan buah sawit hasil curian seberat 1.390 kg serta beberapa alat bukti lainnya yang digunakan untuk mendukung aksi pencurian.

“Untuk motif sendiri, dari hasil pemeriksaan yang sudah kita lakukan terhadap tersangka adalah untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau menambah penghasilan pribadi,” jelas Kapolres.

Sementara, Kepala satuan Reserse Kriminal Polres Sintang, AKP Idris Bakkara mengatakan bahwa penangkapan kedua tersangka pencuri buah sawit berawal saat petugas dan karyawan perusahaan PT. SDK 2 Solam Raya melakukan patroli rutin sekitar pukul 00.45 wib dan menemukan mobil yang membawa buah sawit.

“Karena bermuatan sawit, petugas langsung menghentikan kendaraan dan menanyakan asal usul buah tersebut kemudian tersangka mengakui bahwa buah sawit seberat 1.390 (seribu tiga ratus sembilan puluh) adalah hasil mencuri di Blok 663 B/663 C Desa Riam Kijang Kec. Sungai Tebelian Kab. Sintang dan langsung digiring petugas ke Mapolres Sintang.

Idris juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengetahui siapa pengepul buah tandan sawit tersebut serta tersangka lainnya, atas perbuatan kedua pelaku tersangka dikenakan pasal pencurian dengan pemberatan sebagaimana di maksud dalam pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 4 tahun penjara.