Ngopi dengan Komunitas Barista, Jarot ingin Kopi Khas Sintang jadi Tren

0
1739
Bupati Sintang Jarot Winarno melihat barista meracik kopi di Taman Bungur disela ngopi bareng

LINTASKAPUAS.COM,SINTANG-Komunitas Barista Guild Kapuas Raya menggelar kegiatan ngopi bareng dengan Bupati Sintang di Taman Bungur, Sabtu sore (03/2/2018). Dalam kegiatan tersebut, para barista meracik kopi di tepian Kapuas yang diracik dan diseduh tanpa menggunakan gula. Agar menciptakan cita rasa yang khas dari kopi tersebut.

Salah satu penikmat kopi itu Bupati Sintang Jarot Winarno. Sebelum mencicipi kopi buatan para barista Guild Kapuas Raya, Jarot Winarno melihat langsung proses pembuatan dan peracikan kopi tersebut. Ia didampingi oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Kurniawan. Setelah melihat barista meracik kopi, Bupati duduk langsung bersantai untuk mencicipi kopi buatan barista-barista itu.

Usai kegiatan, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengungkapkan bahwa para barista-barista asal Sintang ini merupakan generasi pelaku ekonomi kreatif yang mampu membuat kopi memiliki cita rasa yang khas. “Jadi awalnya anak-anak ini bukan pecinta kopi. Ini adalah anak-anak muda kita yang ingin mengembangkan ekonomi kreatif. Keliatan mereka sangat mandiri berani mengambil kesempatan,” katanya.

“Sehingga kopi mulai booming di Sintang, akhirnya mereka serius bikin kedai kopi jadi pelaku ekonomi kreatif yang serius. Mereka mencoba meningkatkan kemampuannya menjadi barista,” kata Jarot.

Dikesempatan itu, Jarot menginginkan Sintang memiliki tren kopi asli dari Bumi Senentang. “Tadi saya cicipi banyak kopi dari luar, seperti kopi dari Flores, kopi dari Bali, Kopi dari Toraja. Bahkan mereka juga ada mem-blending kopi, semuanya dari luar. Kita harus punya tren sendiri kopi Sintang,” katanya.

Apalagi, kata Jarot, Sintang punya wilayah untuk buat kebun kopi robusta. Tapi semuanya butuh perjalanan panjang, mulai dari berkebun, cara memetik biji kopinya, agar semua terjaga kualitas daripada kopi tersebut.

Menurut Jarot, tren kopi di Sintang sangat luar biasa. Potensi yang dimiliki juga ada. “Pemerintah akan mendemplot 20 hektar kopi robusta, nantinya kita akan bagikan diberbagai tempat untuk di Kabupaten Sintang. Salahsatunya di Sungai Buaya Kecamatan Kayan Hilir, nanti kalau tumbuhnya bagus kita coba clonning-kan dengan kopi dari Jember,” tuturnya.

Agung, barista asal Sintang mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk saling kumpul-kumpul dan sharing untuk mengenalkan kopi. “Kami bersama-sama membuat kegiatan ini. Konsepnya santai, kami juga undang bapak Bupati Sintang untuk bersama-sama menyeduh kopi yang kami racik,” kata Agung.

Agung menambahkan bahwa dengan kehadiran Bupati Sintang ditengah-tengah komunitas para barista, tentunya dapat menambah motivasi untuk kedepannya. “Ini tentunya menjadi sebuah dorongan bagi kami. Karena ilmu pak Bupati tentang kopi itu sangat tinggi,” katanya.

“Tadi beliau melihat kami tengah meracik kopi. Beliau memberikan arahan tentang berapa derajat panas air yang ideal dan berapa banyak biji atau bubuk kopi yang diberikan untuk diseduh agar hasilnya maksimal ketika diseduh,” tambahnya.