Pemda Ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Bersama Presiden RI Secara Virtual

0
740
Foto Pemda Ketapang bersama Forkopimda saat mengikuti kegiatan upacara Hari Lahir Pancasila secara Virtual. (Foto Editing (Agsfy)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Pj. Sekda Suherman, Didampingi, Asisten Sekda Bidang Ekbangkesra (Ass II) H. Marwan Noor, bersama Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, hukum dan politik Drs. Nugroho W. Sistanto, dan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Ir. Husnan, serta Forkopimda Kabupaten Ketapang mengikuti upacara peringatan hari lahir Pancasila Tahun 2021 bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara virtual di Ruang Rapat lantai 3 Kantor Bupati Ketapang, Selasa (01/06/2021).

Dalam Upacara tersebut, Presiden Joko Widodo bertindak sebagai inspektur upacara. Diselenggarakan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Peringatan hari lahir Pancasila Tahun 2021 bertemakan “Pancasila Dalam Tindakan, Bersatu Untuk Indonesia Maju”.

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo menuturkan bahwa Peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum pengokohan nilai-nilai Pancasila.

” Setiap 1 Juni harus benar-benar kita manfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, dalam berbangsa, dan dalam bernegara. Walaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang Republik Indonesia ini berdiri, namun tantangan yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan.” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden juga meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia agar selalu mewaspadai pandangan atau ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur pancasila.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi lanskap kontestasi ideologi. Menurut presiden, revolusi industri 4.0 telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, dalam berinteraksi, dan berorganisasi, dalam skala besar di lintas negara.

Lanjut Presiden, Ketika konektivitas 4G melanda dunia, maka interaksi antara dunia juga akan semakin mudah dan cepat, kemudahan ini bisa digunakan oleh ideologi-ideologi transnasional radikal untuk merambat ke seluruh pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan, dan keseluruh usia, tidak mengenal lokasi dan waktu.

” Saudara-saudara sebangsa dan setanah air menghadapi semua ini perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa. diperlukan cara baru untuk yang luar biasa, memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4.0. Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi termaksud rivalitas antara pandangan, rivalitas antara nilai-nilai, dan rivalitas antar ideologi,” ungkap Presiden.

Mengakhiri pidatonya, Presiden Jokowi mengajak seluruh aparat kepemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik, kaum profesional, generasi muda Indonesia, dan seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu-padu dan bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan Indonesia maju yang kita cita-citakan.

” Selamat memperingati hari lahir Pancasila, selamat membumikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tutupnya. (Agsfy)