
LINTASKAPUAS | SINTANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan bantuan 15 Ton Beras serta perlengkapan lainnya untuk korban Banjir di Kabupaten Sintang.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, MM, MH yang diterima langsung oleh PLH Bupati Sintang, Yosepha Hasna bertempat di Pendopo Bupati Sintang, kamis(28/10/2021)
Bantuan yang diserahkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tersebut berupa beras sebanyak 15 ton, makanan siap saji 480 paket, makanan anak 360 paket, velbed 40 unit, kasur merah 50 lembar, family kit 30 paket, kids ware 40 paket, food ware 40 paket, peralatan dapur 40 paket, matras 50 lembar, tenda gulung 40 lembar, tenda serbaguna 2 unit, selimut 100 lembar, kain sarung 100 lembar, mie instan cup 100 duz, minyak goreng 100 liter, gula pasir 50 kg, dan masker evo 1.000 pcs.
Selain itu, Gabungan Pengurus Kelapa Sawit (GAPKI) Kalimantan Barat juga menyerahkan bantuan 500 dus Indomie untuk korban banjir di Kabupaten Sintang.
Pelaksana Tugas Bupati Sintang, Yosepha Hasna dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas bantuan yang t memberikan kepada masyarakat Kabupaten Sintang yang terdampak banjir.
Yosepha juga menyampaikan bahwa banjir yang melanda Kabupaten Sintang sudah terjadi sejak satu minggu yang lalu.
” Bencana Banjir ini merupakan banjir paling parah dibandingkan banjir-banjir sebelumnya dan kondisi ini sudah berlangsung kurang lebih satu minggu. hal tersebut disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi.
tanpa terkecuali, di daerah perhuluan juga tak luput dengan curah hujan yang cukup tinggi termasuk di kampung Bapak di Serawai. Jadi air dari perhuluan tiba di Kecamatan Sintang, ditambah air dari perhuluan sungai Kapuas. Jadinya Kecamatan Sintang mengalami banjir besar yang informasinya terbesar untuk kurun waktu 10 tahun terakhir” terang Yosepha Hasnah.
Mendengarkan cerita tersebut, Wakil Gubenur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan bahwa perjalanan ke Sintang lancar.
“sekali saja pas turun, saya harus buka sepatu. Saya juga dikabari oleh keluarga soal informasi banjir besar di Serawai, Ambalau dan Nanga Pinoh” terang Ria Norsan










