Perangi Hoaxs, Ikatan Jurnalis Sintang Gelar Diskusi Publik

0
229

LINTASKAPUAS | SINTANG – Ikatan Jurnalis Sintang(IJS) Gelar Diskusi Publik dengan tema ” Hoaxs Sebagai Instrumen Menggalang Opini Publik” berlangsung di Canopy Center Sintang, Sabtu(1/5/2021)

Diskusi Publik Ikatan Jurnalis Sintang tersebut menghadirkan dua Narasumber dari Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto dan Ketua Swandiri Inspiratif Sintang (SIS) Ireng Maulana dan Komandan Kodim 1205 Sintang, Eko Bintara Saktiawan.

Sementara untuk peserta Diskusi berasal dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) Cabang Sintang, Forum Komunikasi Masyarakat Sipil(FKMS) Sintang, Komunitas Pendaki Kalimantan(KPK), Ikatan Guru Indonesia(IGI), Swandiri Inspiratif Sintang (SIS) serta sejumlah Jurnalis Sintang.

Diskusi Publik yang berlangsung selama dua jam tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa salah satu upaya untuk meminimalisir maraknya penyebaran berita Hoaxs khususnya pada media sosial mesti membentuk sebuah Flatform guna untuk merespon cepat hoaxs yg beredar d masyarakat.
Platform di bentuk memiliki SOP dan protokol yg mengikat sehingga memiliki legitimasi dan otoritas untuk meluruskan informasi yang beredar luar d masyarakat.

Media center formal yang dimiliki oleh pemerintah daerah mesti meningkatkan Sense Of Crisis untuk merespon secara baik isu penting yang menjadi kepentingan publik.

Selain itu, Ada kebutuhan untuk memperbaiki kapasitas literasi publik melalui upaya-upaya untuk memberikan edukasi pada masyarakat
Kesimpulan ke empat, Ketidakpahaman masyarakat terhadap persoalan publik mencerminkan kegagalan fungsi humas pemerintah daerah untuk mendiliver informasi yang dibutuhkan
dalam diskusi tersebut Media mainstream di tingkat lokal harus selalu menjadi corong penyeimbang informasi publik

dan terakhir, Hoaxs melahirkan mis infomasi dan disinformasi sehingga masyarakat mengkonsumsi informasi bohong.

Sebelum Diskusi berlangsung, Ketua Ikatan Jurnalis Sintang, Hery Lingga mengatakan bahwa diskusi digelar buah keresahan yang dirasakan para jurnalis sintang terutama penyebaran berita Hoaxs di media sosial tanpa batas.
“Kalau kita melihat kondisi saat ini, masyarakat lebih percaya terhadap informasi – informasi yang beredar dimedia sosial meski belum mengetahui fakta yang sebenarnya dibandingkan dengan informasi – informasi yang disajikan oleh media meinstrem yang tentunya bisa dipertanggung jawabkan.

Kondisi tersebut dikatakan Lingga disebabkan karena minimnya program literasi media digital ke masyarakat.
“Oleh sebab itu kita menganggap literasi media digital ini sangat penting untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang konten apa saja menimbulkan keresahan serta berpotensi melanggar hukum, “ucap Lingga.

Lingga berharap dengan digelarnya Diakusi tersebut bisa menjadi Contoh dan memberikan edukasi yang bermanfaat kepada peserta diskusi sehingga bisa menyampaikannya kepada masyarakat khususnya kepada para pemuda dan mahasiswa yang ada di Kabupaten Sintang.

Manfaat lainnya, lanjut Lingga, kalau kita melihat forum-forum diskusi yang disintang ini sangat minim
mudah-mudahan bernjak dari kegiatan yang kita gelar hari ini bisa memacu semangat para pemuda dan mahasiswa untuk menggalakkan forum – forum diskusi yang bermanfaat, “ucapnya.