PPKM Mikro Berikan Dampak Pada Perekonomian, Masyarakat Minta Solusi

0
130
Foto saat Tim Satgas Covid-19 melakukan kebijakan PPKM Skala Mikro di salah satu warung Kopi di Ketapang. (Foto Agsfy)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Upaya pemerintah untuk dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang sejak tanggal 17 Februari mulai menjalankan kebijakan PPKM di wilayahnya. Yakni, pembatasan bagi usaha mikro. Namun Terkait kebijakan pemerintah tersebut sangat berdampak besar pengaruhnya terhadap penurunan perekonomian masyarakat khususnya di Kecamatan Delta Pawan.

Penurunan perekonomian masyarakat di Kecamatan Delta Pawan ini diakui oleh Camat Delta Pawan Pitriyadi berdasarkan laporan masyarakat terhadap pihaknya.

” Memang benar, adanya keluhan masyarakat terkait penurunan daya beli yang berpengaruh pada turunnya transaksi usaha mikro di Kota Ketapang atau di Kecamatan Delta Pawan semenjak kebijakan PPKM ini mulai diberlakukan. Namun saya berharap warga dapat terus melakukan inovasi sambil tetap mengikuti peraturan pemerintah,” tuturnya.

Terlebih diakui Pitriyadi , pihaknya telah sejak lama melakukan pengawasan terkait penerapan kebijakan pemerintah ini, dan penurunan transaksi usaha mikro di lapangan atau penurunan daya beli masyarakat memang semenjak darurat pandemi covid saat ini.

Sementara itu salah satu pengusaha warung makan di komplek pasar Rangga Sentap, Yanto siap mengikuti bahkan mendukung kebijakan pemerintah tersebut namun harus diiringi dengan solusi agar ada keseimbangan antara peputaran perekonomian masyarakat dan pencegahan penularan Covid-19.

“Kita siap mengikuti bahkan mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 ini, namun disamping itu kita juga meminta solusi kepada pemerintah agar roda perekonomian ini tetap berjalan, hitung-hitung membantu beban kita dari dampak kebijakan ini,” pintanya.

Untuk diketahui, hingga saat ini sejumlah cafe dan warung kopi sudah tampak menuruti batasan jam operasional yang dianjurkan pemerintah meskipun masih terdapat beberapa pemilik usaha yang kerap melanggar aturan. (Agsfy)