
LINTASKAPUAS | SINTANG – Sebanyak 28 rumah warga dan 6 bangunan fasilitas umum rusak ringan dan berat akibat diterjang angin puting beliung disertai hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sintang.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat, pada Selasa 30 Agustus 2022 sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Pantauan Lintaskapuas.com di lokasi kejadian, sejumlah fasilitas umum seperti Sekolah, Gereja, Kantor Desa, tempat usaha, bengkel dan rumah warga mengalami kerusakan rata-rata atapnya lepas. Bahkan beberapa rumah warga dan sekolah mengalami rusak berat karena selain atap lepas, sebagian besar material bangunan ambruk tersapu angin puting beliung.
Beruntung, bencana alam angin puting beliung tersebut tidak sampai menelan korban jika.
Salah satu warga Desa Binjai Hulu, Khairul mengatakan bahwa bencana angin puting beliung berlangsung sekitar satu jam diawali dengan hujan deras sekitar pukul 02.00 dini hari saat warga sudah pulas dengan tidurnya.
“Angin puting beliung datang sekitar jam 02.00 WIB, saat itu tidak ada warga yang keluar karena memang hujan juga sangat deras. Dan berlangsung kurang lebih sejam baru berhenti,” ungkap Khairul.
Ia mengatakan, akibat angin puting beliung tersebut sejumlah atap rumah warga dibawa angin terbang sejauh 100 meter.
“Rata-rata atap rumah terbang kurang lebih 100 meter dan pada saat kejadian memang tidak ada yang berani keluar, semuanya mengamankan diri di dalam rumah, apalagi dengan adanya peristiwa tersebut seketika jaringan listrik PLN juga langsung mati total,” jelasnya
Sementara Kepala Badan Penanggulan Bencana Kabupaten Sintang, Bernad Saragih mengatakan bahwa berdasarkan data yang diterimanya ada 34 rumah dan fasilitas umum yang terdampak bencana angin puting beliung di desa Binjai hulu tersebut.
“Untuk jumlah korban yang terdampak bencana angin puting beliung ini, berdasarkan data yang kami terima ada 34 di antaranya, 30 rumah penduduk rusak ringan ,4 rusak berat. Tambah 4 fasilitas umum 1 unit KUD, 1 unit sekolah SD, SMP 1 unit, dan gereja 1 . Semuanya rusak sedang,” jelas Bernad.
Ia juga mengatakan bahwa sejak tanggal 26 Agustus hingga 26 September 2022 mendatang Bupati Sintang sudah menetapkan status tanggap darurat bencana alam dan banjir, angin puting beliung dan longsor (batingsor) di Kabupaten Sintang.
“Sejak tanggal 26 Agustus Sintang sudah kita tetapkan status tanggap darurat bencana alam dan batingsor dan sebelum kita tetapkan dua Minggu lalu sudah kita tetapkan siaga bencana,” jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa status tanggap darurat bencana alam dan batingsor sudah disampaikan kepada seluruh pihak kecamatan dan desa yang ada di kabupaten Sintang sebagai langkah antisipasi meminimalisir dampak yang terjadi serta antisipasi adanya korban jiwa.










