Ratusan Santri Tinggalkan Ponpes darul Ma’arif Sintang

0
45
Salah satu santri membawa barangnya keluar dari pondok imbas dari pergantian pengelolaan Pesantren darul Ma’arif Sintang

LINTASKAPUAS | SINTANG – Sebanyak 500 lebih Satri yang mengemban pendidikan di pondok pesantren Darul Ma’arif Sintang memilih pindah ikut Kiai Mohammad Gozali atas gugatan dari Pengurus cabang Nahdlatul ulama (PCNU) Kabupaten Sintang yang di Kabulkan oleh Pengadilan Negeri Sintang.

Tampak ratusan santri serta pengasuh sudah mengemasi seluruh barangnya masing-masing untuk pindah meninggalkan Pondok Pesantren darul Ma’arif Sintang meski harus mengorbankan pendidikannya, Kamis(28/7/2022)

Bahkan pada saat pelaksanaan proses ekseskusi, puluhan wali santri, pengasuh dan santri menyampaikan petisi menolak menolak eksekusi putusan Pengadilan Negeri Sintang, dikarenakan sejak awal berdiri hingga hari eksekusi, PP Darul Ma’arif Sintang tetaplah sebuah lembaga pendidikan pesantren yang memberikan kemaslahatan bagi umat muslim dan masyarakat NU

Mereka juga menolak peralihan pengelolaan PP Darul Ma’arif Sintang kepada pengelola yang baru dan
Menolak kepengurusan PCNU dan PC LP Ma’arif kabupaten sintang dikarenakan tidak mengedepankan tabayun dalam menyikapi sengketa yang terjadi

Pimpinan pengasuh Pondok Pesantren darul Ma’arif Sintang, Kiai Mohammad Gozali mengaku legowo dan ikhlas dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Pengurus Lembaga pendidikan Maarif (PBNU) yang mencabut SK kepengurusannya sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif Sintang tersebut.

“Permasalahan yang terjadi terkait dengan pengelolaan, Sejak awal hingga terjadi kebakaran 2010 kita tetap pengelola disini, karena lembaga pendidikan ini pola pendidikannya mulai tinggal dasar hingga perguruan tinggi maka pimpinan Ma’arif Jakarta mengambil alih ini sebagai pilot projects pola pengembang terpadu di dilingkungan Pendidikan Ma’Arif, karena jauh maka saya ditunjuk sebagai koordinator untuk melaksanan penataan dan pembinaan dan Alhamdulillah hingga saat ini sudah berjalan dengan baik, “jelas Kiai.

Kiai Mohammad Gozali juga mengatakan bahwa pengurus PC NU Kabupaten Sintang sejak dulu menginginkan untuk mengelola Pondok Pesantren darul Ma’arif tersebut sampai melakukan tindakan-tindakan yang menurutnya selaku umat muslim sangat tidak etis.
“Pada saat itu sudah saya sarankan untuk membuat pondok pesantren baru, nanti kita bantu operasionalnya. tetapi mereka tidak mau dan tetap ngotot hingga setahun yang lalu melakukan gugatan ke pengadilan Negeri Sintang oleh PCNU terkait dengan pengelolaan ini hingga tingkat kasasi juga sudah kita lakukan tetapi kita tetap kalah maka hari ini dilakukan eksekusi, ” terangnya.

Gozali juga mengatakan bahwa surat keputusan yang menunjuk dirinya sebagai Badan Koordinator pengelolaan Maarif Sintang berlaku sampai 2024.
“Kalau berdasarkan surat yang menunjuk saya selaku badan Koordinator berakhir sampai tahun 2024 namun dibekukan dan dicabut oleh Pengurus pimpinan Maarif Jakarta. jadi kalau sudah dicabut dan dibekukan dan diserahkan pengelolaannya kepada PCNU dan Maarif nya tentu kami taat hukum maka kami pamit, “katanya.

Gozali juga menjelaskan bahwa terkait dengan proses eksekusi tersebut, pihaknya sudah mengumpulkan seluruh wali santri untuk pamit.
“Hanya saja para wali santri dan para santri bersepakat kemana saya pergi mereka akan ikut, “ucap Gozali.

Sebagai langkah antisipasi agar para santri tidak ketinggalan dengan pendidikannya, Kiai Mohammad Gozali berserta seluruh pengasuh pondok pesantren darul Ma’arif Sintang menggelar proses belajar mengajar secara daring.
“Sementara, untuk proses belajar mengajar kita menggelar secara daring selama satu bulan sambil menunggu proses pembangunan gedung baru yang terletak di wilayah Kecamatan Sei Tebelian Sintang