Satu PDP di Ketapang Kembali Meninggal Dunia

0
990
Saat pemakaman pasien oleh petugas sesuai dengan SOP Covid. (Foto FB Abi Moe)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Agoesdjam Ketapang kembali meninggal dunia, Senin (27/4). Sebelum meninggal, pasien tersebut sempat dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif.

Juru bicara posko covid-19, Rustami. (Foto Ist)

Juru Bicara Posko Covid-19 Ketapang, Rustami mengatakan bahwa PDP yang meninggal seorang laki-laki berusia 44 tahun. Sebelum meninggal pasien tersebut telah dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif.

“Namun untuk memastikan apakah positif atau negatif kita menunggu hasil swab almahum yang telah dikirim,” ungkapnya, Selasa (28/04).

Rustami melanjutkan, almarhum sendiri merupakan pasien rujukan dari Rumah Sakit Fatima yang mana pasien menginap mengalami sakit paru-paru dan sesak napas sehingga pasien dirujuk ke RSUD Agoesdjam Ketapang untuk kemudian dilakukan penanganan dan ditetapkan sebagai PDP.

“Pasien meninggal senin (27/4) sekitar pukul 21.27 WIB dengan diagnosa gagal jantung dan penurunan fungsi organ, namun untuk memastikan apakah positif atau negatif tetap harus menunggu hasil swab meskipun hasil rapid testnya non reaktif,” jelasnya.

Untuk itu, Rustami meminta masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif hingga hasil swab almarhum keluar.

“Total PDP yang meninggal menjadi 3 orang, satu orang yang pertama meninggal tidak sempat dilakukan tes, kemudian PDP kedua berinisial Y hasil tesnya negatif dan PDP ketiga tinggal menunggu hasil swabnya,” terangnya.

Rustami menambahkan, perkembangan saat ini untuk pasies positif Covid-19 hingga Selasa (28/4) tidak ada penambahan sehingga total masih 11 orang, sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdapat penambahan sebanyak 3 orang sehingga total PDP menjadi 35 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 62 orang sehingga total ODP menjadi 945 orang.

“Untuk pasien positif kondisinya dalam keadaan sehat dan tidak ada gejala dan terus dalam pemantauan tim medis

Rustami mengaku, pihaknya telah menyusun waktu pelaksanaan screning virus Covid-19 melalui rapid test terhadap ODP, PDP dan populasi beresiko di Kabupaten Ketapang diantaranya Rabu (29/4) di Kelurahan Kauman dan Pasar Senggol Desa Baru yang pemeriksaan rapid test dilakukan di Laboratorium kesehatan daerah.

“Tim pelaksanaan screning sendiri terdiri dari Dinkes, Puskesmas, Labkesda Ketapang, TNI, Polri, BPBD, Humpro kemudian Kelurahan Desa dan RT setempat,” tukasnya. (Afy)