Sejarah Terukir di Tanjung Lambai: Bupati Ketapang Tancapkan Tiang Listrik Pertama

0
180

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Harapan masyarakat Dusun Tanjung Lambai, Desa Senduruhan, untuk melepaskan diri dari belenggu kegelapan selama puluhan tahun kini menemui titik terang.

Kehadiran Bupati Ketapang dalam kunjungan kerja sekaligus silaturahmi Ramadan di wilayah tersebut pada Sabtu (28/2/2026) Kemarin menandai babak baru pembangunan infrastruktur kelistrikan di pelosok Hulu Sungai.

​Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Ketapang ini disambut meriah dengan prosesi adat setempat dan atraksi pencak silat yang memukau.

Kunjungan ini terasa istimewa lantaran menjadi momen pertama kalinya seorang kepala daerah menginjakkan kaki secara resmi di Dusun Tanjung Lambai.

​”Ini adalah bentuk penghormatan luar biasa dari masyarakat. Kehormatan yang sangat saya hargai,” ujar Bupati di sela-sela penyambutan.

Berbuka di Masjid Al-Hidayah dan Menginap di Rumah Warga

​Suasana akrab tanpa sekat terlihat jelas saat waktu berbuka puasa tiba. Bertempat di Masjid Al-Hidayah—pusat peribadatan satu-satunya di dusun tersebut—Bupati melebur bersama warga dalam kesederhanaan. Duduk melingkar di atas permadani, dialog santai mengenai kondisi ekonomi dan infrastruktur mengalir sembari menikmati hidangan berbuka.

​Demi mendengarkan aspirasi rakyat secara langsung, Bupati memilih untuk bermalam di salah satu rumah penduduk. Langkah ini diambil guna merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat di wilayah yang selama ini minim akses.

Gotong Royong Menancapkan Sejarah

Puncak kunjungan terjadi keesokan paginya, Bersama tim PLN dan warga setempat, Bupati turun langsung bergotong royong menancapkan tiang listrik pertama.

Momentum ini menjadi simbol berakhirnya masa-masa tanpa akses listrik yang selama ini dirasakan warga Tanjung Lambai.

​”Kehadiran saya di sini bukan sekadar kunjungan formal. Saya ingin merasakan langsung kehidupan warga. Penyambutan dengan adat dan pencak silat ini adalah bukti kekayaan budaya dan kerukunan kita yang luar biasa,” tegasnya.

Prasasti Kayu dan Komitmen Pembangunan ​Sebagai tanda pengingat sejarah

Bupati ketapang melakukan penandatanganan prasasti di atas papan kayu ikonik. Media kayu dipilih sebagai simbol bahwa komitmen pembangunan telah “terpahat” kuat di jantung dusun tersebut.

Sebelum mengakhiri kunjungan, Bupati juga menyerahkan santunan kepada anak yatim dan warga kurang mampu sebagai wujud kepedulian sosial.

​Langkah ini ditegaskan sebagai bagian dari visi “Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang Maju dan Mandiri”.

Dengan mulainya proyek elektrifikasi ini, pemerintah daerah memastikan bahwa warga di wilayah terpencil sekalipun harus merasakan manfaat nyata dari pembangunan daerah.

(Ags)