SIS Bangun Gerakan Masyarakat Sipil Yang Kuat, Terdidik dan Inklusif

0
187
Diskusi kritis diselenggarakan oleh SIS dan FORSTAR diikuti oleh sejumlah OKP dan aktivis Pemuda Sintang, berlangsung di Canopy Center Sintang

LINTASKAPUAS | SINTANG – Swandiri Inisiatif Sintang (SIS) bersama dengan Forum Belajar Stakeholder Kapuas Raya (FORSTAR) menyelenggarakan diskusi kritis dengan membahas isu-isu gerakan sosial kelompok masyarakat sipil di Kabupaten Sintang.

Kegiatan diskusi kritis tersebut diikuti oleh sejumlah Organisasi Kepemudaan, jaringan kerja SIS, aktivis muda Sintang yang berlangsung di Canopy Center Sintang, Rabu (19/1/2022)

Ketua Swandiri Inisiatif Sintang (SIS), Ireng Maulana mengatakan diskusi kritis yang digelar menghadirkan dua narasumber yakni Pengamat Media, Budiyanto yang menyampaikan materi tentang refleksi gerakan masyarakat sipil di Kabupaten Sintang dalam 5 tahun terakhir. Narasumber kedua yakni Muhammad Isa menyampaikan materi reflektif tentang gerakan masyarakat sipil di Kalimantan Barat masa lalu kini dan masa depan.

Ireng Maulana mengatakan tujuan digelarnya diskusi tersebut untuk menyumbang pikiran tentang membangun gerakan masyarakat sipil di timur Kalimantan Barat yang terdidik, kuat dan inklusif demi keadilan ekologis dan sosial.
“Diskusi kita menghasilkan 5 rumusan ide pemikiran yakni yang pertama advokasi kebijakan daerah, kedua peningkatan kapasitas organisasi masyarakat sipil di Sintang, ketiga memperkuat pendidikan kritis. Yang keempat, menyediakan media komunikasi alternatif yang mendukung kampanye gerakan sosial dan kelima pengarusutamaan kesetaraan gender, inikusi sosial, sikap anti korupsi dan keberagaman sosial,” ujar Ireng Maulana.

Ireng juga mengatakan hasil diskusi kritis tersebut akan dimuat dalam rencana tindak lanjut merespon isu pembangun strategis di kabupaten Sintang berupa kasus stunting, pembagunan ekonomi desa dan penguatan edukasi kesehatan reproduksi bagi kaum muda.
“Sebagai respon tindak lanjut kami akan membentuk unit kerja adhoc untuk melaksanakan rencana tindak lanjut tersebut, ” ucapnya.

Ia berharap melalui diskusi kritis, SIS mendapatkan ide dan perspektif yg beragam dari lintas elemen dan organ masyarakat sipil untuk memperkuat perencanaan strategis yang telah disusun sehingga relevan sebagai pedoman kerja organisasi dalam periode 4 tahun ke depan.