
“Tata kota ini akan menjadi perhatian bagi kita. kedepan mesti harus dikelola dengan baik agar tidak semeraut seperti saat ini, ” ungkqp Welbertus kepada sejumlah awak media, jumat (25/10/2019)
Politisi PDIP ini mengatakan bahwa Draniase saat ini mesti cepat di tanggulangi, mengingat ketika musim hujan datang sejumlah ruas jalan dikabupaten Sintang akan tergenang Air
“Masalah Saluran air atau d drainase masih menjadi Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Welbertus menilai tata kota di Kabupaten Sintang perlu pembenahan dan dikelola dengan benar.
“Tata kota harus kita kelola dengan benar. Jika memang belum ada sarjananya maka sekolahkan lah,” ujarnya kepada awak media SenentangNews.com, Jumat (25/10).
Salah satu yang perlu dibenahi, lanjut Welbertus, yaitu drainase yang ada di Kabupaten Sintang. Pasalnya, jika hujan mengguyur Bumi Senentang dengan cukup deras maka beberapa daerah akan tergenang air.
“Permasalahan drainase masih menjadi permasalahan yang kerap dicurhatkan di media sosial ketika musim hujan, karena sejumlah daerah tergenang air akibat drainase yang tidak baik. Itu di dalam kota ya,” katanya.
Welbertus mengkhawatirkan jika hal tersebut terus dilakukan pembiaran, maka akan memberikan dampak yang tidak baik bagi tata kota di Kabupaten Sintang, salah satunya adalah membuat Bumi Senentang ini terkesan kumuh.
“Pembenahan drainase ini adalah salah satu upaya untuk menampilkan Sintang dengan baik yang tetap nyaman. Kalau saat ini, hujan deras berapa jam, tergenangnya berhari-hari,” tuturnya.
Untuk melakukan pembenahan drainase, Welbertus menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang harus melakukan sosialisasi kepada pemilik bangunan yang berada di pinggir jalan.
“Yang menutup drainase, panggil, minta mereka bongkar, jika tidak dilakukan, berikan sanksi. instansi terkait harus bergerak. Jika tidak demikian, Kabupaten Sintang akan tetap semrawut,” pungkasnya.
Sejumlah drainase di Kabupaten Sintang seperti yang terletak di Jalan Oevang Oeray masih tidak layak sehingga menyebabkan rumah di sekitaran daerah tersebut kerap tergenang air jika hujan mengguyur Bumi Senentang cukup deras. yang kerap dicurhatkan di media sosial ketika musim hujan, karena sejumlah daerah tergenang air akibat drainase yang tidak baik. Itu di dalam kota ya,” katanya.
Welbertus mengkhawatirkan jika hal tersebut terus dilakukan pembiaran, maka akan memberikan dampak yang tidak baik bagi tata kota di Kabupaten Sintang, salah satunya adalah membuat Bumi Senentang ini terkesan kumuh.
“Pembenahan drainase ini adalah salah satu upaya untuk menampilkan Sintang dengan baik yang tetap nyaman. Kalau saat ini, hujan deras berapa jam, tergenangnya berhari-hari,” tuturnya.
Untuk melakukan pembenahan drainase, Welbertus menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang harus melakukan sosialisasi kepada pemilik bangunan yang berada di pinggir jalan.
“Pelaku usaha yang menutup Draniase akan kita panggil dan kita minta mereka segera membongkar kembali dan jika tidak dilakukan, berikan sanksi. instansi terkait harus bergerak. Jika tidak demikian, Kabupaten Sintang akan tetap semerawut,” pungkasnya.
Sejumlah drainase di Kabupaten Sintang seperti yang terletak di Jalan Oevang Oeray masih tidak layak sehingga menyebabkan rumah di sekitaran daerah tersebut kerap tergenang air jika hujan deras terjadi










