Wakil Bupati Tidak Kunjung dilantik, Sidang Paripurna DPRD Sintang digeruduk Warga

0
38
Wakil Ketua I dan II DPRD Sintang serta Sekda Sintang terima berkas tuntutan dari Wakil Koalisi masyarakat Sintang

LINTASKAPUAS | SINTANG – Puluhan warga yang tergabung dalam koalisi masyarakat Sintang menggeruduk Kantor DPRD Sintang saat sidang paripurna berlangsung, Rabu (6/7/2022).

Koalisi masyarakat Sintang tiba di Gedung Sekretariat DPRD Sintang tersebut saat sidang paripurna penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sintang terhadap Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2021. Warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sintang tersebut bisa diterima setelah sidang paripurna selesai yang dipimpin langsung wakil ketua DPRD Sintang, Heri Jambri didampingi Wakil ketua 1 DPRD Sintang, Jeffrey Edward serta Sekda Sintang, Yosepha Hasnah.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan sejumlah tuntutan terkait dengan keberlangsungan Sintang ke depannya. di antaranya menuntut pengisian jabatan wakil bupati untuk segera dilantik, prioritas pembangunan infrastruktur, penerimaan P3K, investasi, dan masalah pemotongan gaji Honorer.

Menurut Andreas, Jabatan Wakil Bupati sudah lama mengalami kekosongan, sejak meninggalnya Wakil Bupati Sintang, Yosep Sudianto pada tanggal 18 September 2021 lalu Namun hingga saat ini belum ada yang penggantinya.

“Kami datang ke sini untuk mempertanyakan, jabatan wakil Bupati Sintang yang sampai saat ini mengalami kekosongan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, agar DPRD Sintang mengisi kekosongan jabatan Wakil Bupati Sintang sebelum tanggal 17 Agustus 2022.

“Kami menuntut, sebelum tanggal 17 Agustus wakil Bupati sudah dilantik. Apabila tidak dilaksanakan juga maka kami selaku Koalisi masyarakat Sintang akan mengerahkan massa yang lebih banyak lagi untuk turun ke sini lagi,” tegas Andreas.

Selain itu, seorang warga atas nama Dimu Muchtar juga mempertanyakan kekosongan jabatan Bupati Sintang yang sudah lama berlangsung, namun belum ada penggantinya hingga saat ini.

“Kami merasa aneh dengan Kabupaten Sintang ini. Jabatan Wakil Bupati sudah lama mengalami kekosongan. Namun, hingga saat ini belum ada titik terang penggantinya. Akan tetapi, ini mohon maaf, jika ada anggota DPRD yang meninggal maka proses penggantiannya sangat cepat, tapi Wakil Bupati yang sudah meninggal sejak lama tapi penggantinya tidak kunjung ada, ada apa maksudnya ini,” ungkap Dimu penuh pertanyaan.

“Sementara,” lanjut Dimu, “kita semua pasti sudah tahu kondisi kesehatan pak Bupati saat ini, tidak mungkin bekerja sendiri, beliau pasti perlu pendamping untuk membantu menyelesaikan tugas-tugasnya, “ucapnya.

Ia juga menambahkan jika partai pengusung tidak mampu menyelesaikannya, pihaknya mengaku siap untuk tampil untuk menyelesaikannya.

“Kalau status PLT atau PLH menurutnya sangat tidak penting. Tidak ada gunanya itu, kalau memang partai pengusung tidak mampu untuk menyelesaikannya maka serahkan kepada kami, kami siap untuk menyelesaikannya,” pungkas Dimu.

Merespon tuntutan warga yang tergabung dalam Koalisi masyarakat Sintang tersebut, Wakil Ketua DPRD Sintang, Heri Jambri menyampaikan ucapan terimakasih atas penyampaian aspirasi dari masyarakat terkait dengan pengisian jabatan Wakil Bupati Sintang.

“Terkait dengan tuntutan masyarakat, terkait dengan pengisian jabatan Wakil Bupati Sintang, semuanya sudah tertuang dalam pandangan umum Fraksi yang baru saja disampaikan dalam Sidang Paripurna tadi. Tapi, kami berterimakasih karena sudah diingatkan kembali,” ucap Heri.

Menurut Heri Jambri, pengisian jabatan Wakil Bupati Sintang sepenuhnya menjadi kewenangan dari partai pengusung,

“Mudah-mudahan partai pengusung segera mengajukan calon-calon kepada Bupati, jika sudah diajukan Bupati ke Dewan maka kami akan siap menggelar Sidang Paripurna, ” jelas Heri.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua I DPRD Sintang, Jeffrey Edward yang mengatakan bahwa proses pengisian jabatan Wakil Bupati Sintang sudah disampaikan dalam Sidang Paripurna penyampaian pandangan umum fraksi -fraksi DPRD.

“Pada intinya, pengisian jabatan Wakil Bupati Sintang ini ditentukan langsung oleh tim Koalisi atau partai pengusung jadi DPRD Sintang hanya menunggu seperti apa proses penyelesaiannya. Setelah selesai baru prosesnya di DPRD Sintang,” ucap Jeffrey.

Menurut Jeffrey, Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Sintang berharap proses pengisian jabatan Wakil Bupati Sintang segera terlaksana secepat mungkin. Pasalnya proses pengisian kekosongan tersebut tidak hanya menjadi kepentingan wakil bupati semata melainkan demi kepentingan masyarakat Kabupaten Sintang.