Angka Stunting di Meningkat, Pemerintah Berupaya Percepat Penurunan

0
56
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Edy Hermaini

LINTASKAPUAS | SINTANG – Kabupaten Sintang mengalami peningkatan angka stunting pada tahun ini. Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, angka stunting meningkat dari 1.940 sebelumnya mengalami penambahan yang cukup signifikan. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah kabupaten khusus ya Dinas Kesehatan dan berbagai pihak terkait.

“Kalau tahun lalu Stunting kita berada diangkat 1.940, namun sekarang mengalami peningkatan, tapi saya lupa berapa jumlah kenaikannya, ” ungkap Kepala Dinas Kesehatan, Edy Hermaini saat ditemui sejumlah awak media Sintang, selasa 10 juni 2025.

Menurut Edy terjadinya stunting disebabkan karena Kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan anak-anak, Keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan dan Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan. “Jadi Penyebab stunting ini bukan hanya karena faktor gizi saja, tapi banyak faktor yang bisa mempengaruhinya, ” ucapnya.

Untuk menekan laju peningkatan stunting dikabupaten Sintang, Dinas Kesehatan akan mengupayakan dua pendekatan yakni yang pertama pendekatan langsung terhadap anak yang sudah mengalami gizi buruk. ” Pendekatan ini secara langsung akan kita persiapkan pola makan bergizi kepada si anak secara langsung, ” paparnya.

Sementara, Pola pendekatan kedua untuk menekan Angka stunting itu adalah pola pendekatan pencegahan jangka panjang yakni dimulai dari seorang remaja yang harus dipersiapkan menjadi seorang ibu masa depan.

“Seorang calon ibu harus kita persiapkan sejak dia masih usia remaja, agar kedepannya disaat sudah menjadi ibu, jangan sampai melahirkan generasi stunting, ” jelas Edy.

Edy juga menyampaikan bahwa pemeriksaan kehamilan secara rutin merupakan salah satu upaya pencegahan terjadinya stunting usia dini.

“Untuk mencegah terjadinya stunting usia dini, minimal ibu hamil itu melakukan pemeriksaan 6 kali selama masa kehamilan, hal ini yang selalu kita tekankan kepada para ibu hamil, “katanya.

Edy juga menambahkan bahwa dalam penanganan Stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah Saja, akan tetapi dibutuhkan kerja sama seluruh pihak mulai dari pemerintah Desa, Kader Posyandu, hingga pihak perusahaan yang berinvestasi dikabupaten Sintang melalui Dana CRS nya paling tidak bisa terlibat dalam perbaikan gizi masyarakat.

“Pemerintah kabupaten juga mengharapkan kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil dan lembaga donor, untuk mempercepat penurunan angka stunting. harapan kita Dengan kerja sama dan upaya bersama, diharapkan angka stunting di Kabupaten Sintang dapat menurun dan kesehatan masyarakat dapat meningkat, ” pungkas Edy.