Bupati  Sintang  dr.H.Jarot Winarno, M.Med.PH Hadiri Pengesahan IIDI Sintang

0
33
Jarot Winarno terima cinderamata saat menghadiri Pengesahan Ikatan Istri Dokter Indonesia Cabang Sintang Masa Bakti 2022-2025 di Pendopo Bupati Sintang

LINTASKAPUAS | SINTANG – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH, menghadiri Pengesahan Ikatan Istri Dokter Indonesia Cabang Sintang masa bakti 2022-2025 di Pendopo Bupati Sintang pada Kamis, 19 Mei 2022.

Dihadapan Pengurus Ikatan Istri Dokter Indonesia Cabang Sintang Masa Bakti 2022-2025 dan tamu undangan yang hadir, Bupati Sintang menjelaskan bahwa IIDI terbentuk tahun 1954 yang lalu.

“Sudah lama usianya. Berbagai cabang sudah didirikan. Cabang Sintang ini merupakan caban IIDI yang ke 171. Yang perlu diingatkan, tidak ada kesuksesan seorang pria tanpa di belakangnya seorang wanita. Dia berhasil, karena ada wanita yang kuat. Merawat keluarga sangat penting. Karena pandemi covid-19, banyak dokter yang menjadi korban. Tugas dokter sangat berat saat pandemi covid-19. Merawat keluarga dan anak-anak menjadi tugas seorang istri dokter. Suami tidak sempat memperhatikan anak-anak. Maka tugas seorang istri memperhatikan anak-anak. Rawat keluarga menjadi nomor satu,” pesan Bupati Sintang.

“Pandemi belum berakhir. Presiden Jokowi bilang sudah boleh buka masker di tempat umum. Tapi kita masih transisi ke endemik. Di Cina, Asian Game ditunda karena virus covid-19 yang meluasi di Shanghai dan Beijing. Di Indonesia masih ada 85 ribu kasus kemarin terjadi. Rata-rata memang mereda namun belum berakhir. Saya mendorong IIDI untuk terus mendorong masyarakat untuk ikut vaksinasi covid-19,” pesan Bupati Sintang.

“Vaksinasi sangat penting. Sintang sudah mencapai 70 persen vaksinasi covid-19. Kita harus berusaha mencapai herd immunity. Namun, lansia yang belum vaksinasi, sangat rawan. Kalau kena covid-19, bisa meninggal. Jadi lansia diupayakan agar bisa menerima vaksinasi covid-19. Ajak semuanya bisa ikut imuniasi,” pesan Bupati Sintang.

“Saat bulan imunisasi anak, IIDI agar ikut mendorong anak-anak untuk ikut imuniasi. Jaga diri kita dari pandemi corona. IIDI perlu membuat program internal untuk meningkatkan kualitas anggotanya. Contohnya public speaking, kepribadian dan lain-lain. Diajarkan sehingga istri dokter menjadi wanita berkualitas,” pesan Bupati Sintang.

“Kita juga masih menghadapi masalah stunting. Anak yang katai dan pendek. Masih ada angka 38 persen anak stunting di Kabupaten Sintang. Organisasi wanita lain juga agar membantu pemerintah mengatasi stunting. Masalah utama adalah ketersediaan pangan dan gizi di rumah saat 1000 hari pertama kehidupan harus dijaga. IIDI bisa membangun relasi mencegah stunting. Dorong pemanfaatan pekarangan dan ekonomi untuk memperbaik gizi,” tambah Bupati Sintang.

“Masih banyak yang bisa dilakukan oleh IIDI untuk membantu pemerintah seperti dalam bentuk kegiatan sosial masyarakat. Bawa rumah tangga menjadi sederhana tetapi berkualitas dan indah. Tidak usah elit dan eksklusif tetapi sederhana dan mampu berinteraksi dengan pasien. Menjadi dokter yang sederhana merupakan kunci suskses. Sayangnya belum ada Ikatan Suami Dokter Indonesia,” ucap Bupati Sintang sambil tersenyum.