Hadiri Seminar Pendidikan Anty Bullying, Senen : Ajari Mereka Butuh Trik Cerdas dan Tepat

0
23
Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Senen Maryono hadiri seminar pendidikan anti bullying

LINTASKAPUAS | SINTANG – Memperingati Hari Guru Nasional yang juga bertepatan dengan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), organisasi besar yang mengatasnamakan persatuan guru menggandeng sejumlah pihak untuk menggelar Seminar Pendidikan Anti Bullying dengan tema “Guru Bangkit – Pulihkan Pendidikan, Indonesia Kuat, Indonesia Maju” yang digelar di Aula SMK Negeri 1 Sintang, Selasa (22/11/2022).
Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Senen Maryono yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah yang diambil oleh PGRI.
“Ini perlu dilakukan mengingat saat ini generasi muda banyak yang tidak terkontrol terlebih dengan adanya COVID-19 yang sempat membuat pembelajaran dilakukan secara daring,” ucapnya.
Senen Maryono mengaku sedikit terkejut dengan perkembangan adab yang terjadi pada generasi muda. Pasalnya ia merasa heran dan juga tidak nyaman ketika mendengar anak-anak yang masih usia produktif mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak seharusnya.
“Rumah saya itu dikelilingi sekolah. Tidak semua, tapi sekarang sedikit lebih banyak generasi muda yang berbincang dengan temannya dengan membawa isi kebun binatang dan atau menggunakan kata yang tidak pantas,” tuturnya.
Untuk itu, Politisi dari PAN ini berharap kegiatan seminar pendidikan ini mampu berjalan dan diikuti dengan baik sehingga bisa memberikan pemahaman baru yang nantinya akan diaplikasikan oleh guru yang tentunya menjadi orangtua kedua bagi siswa.
“Sekarang sudah bukan masanya untuk memarah, memukul dan berkata kasar. Ada triknya, yang pastinya pendekatan secara emosional harus dilakukan secara rutin,” katanya.
Ketua PGRI Kabupaten Sintang, Usman Adi mengungkapkan Seminar Pendidikan ini dilakukan sebagai upaya mengajak seluruh guru di Kabupaten Sintang untuk terus belajar dan memahami karakteristik anak yang berkembang sesuai zamannya.
“Era globalisasi dan digitalisasi merupakan kemudahan dan tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Untuk itu, seminar pendidikan ini perlu digelar agar guru pun memahami bagaimana mengatasi bully atau perundungan khususnya di sekolah,” ujarnya.
Pembicara seminar pendidikan, Wikan Putri Larasati yang merupakan Psikolog dan Konsultan Castra Contruction Psikolog dan SDM menyampaikan ada tiga hal yang menjadi kata kunci hal tersebut bisa dikatakan perundungan atau bullying yaitu disengaja, dilakukan orang yang berkuasa serta dilakukan secara berulang.
“Komponen yang melibat perundungan ada tiga, yaitu pelaku, korban dan juga sanksi atau dikenal dengan by stander. Saya harap, kita mampu memahami dan mengajarkan anak-anak untuk tidak menjadi by stander namun menjadi upstander yang mampu meminimalisir dan mencegah terjadinya perundungan,” tuturnya.
Wanita cerdas yang merupakan alumni dari Universitas Indonesia ini mengajak seluruh masyarakat khususnya peserta seminar untuk memahami materi dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Quality Time, mungkin itu kunci utamanya. Jika anak sudah merasa dekat dia akan bercerita dengan nyaman. Ini adalah cara efektif untuk meminimalisir dan mencegar perundungan,” pungkasnya.