Kajari: Oknum Hakim Legalkan Pungutan Liar di Sekolah

0
984
Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Syahnan Tanjung

LINTASKAPUAS.COM- SINTANG, Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Syahnan Tanjung menilai bahwa oknum Hakim tindak pidana Korupsi pada pengadilan Negeri Pontianak telah melegalkan tindak pindak Pidana Pungutan Liar pasca Putusan Vonis bebas tiga terdakwa Pungutan liar (pungli) di sekolah Menengah Atas(SMA) Negeri 1 Nanga Pinoh  Kabupaten Melawi pada tanggal 20 Agustus 2018 pekan lalu.

Dengan adanya Vonis bebas terhadap terdakwa Pungutan liar (pungli) di sekolah Menengah Atas(SMA) Negeri 1 Nanga Pinoh  Kabupaten Melawi menurut pemikiran saya sepertinya kasus ini ada upaya Hakim berpihak pada pungutan liar yang menurut penyidik dan penuntut umum bagian dari pungutan liar.

Syahnan menuturkan dengan adanya Putusan Vonis bebas terhadap terdakwa Pungutan Liar tentunya akan Melegalkan pungutan liar yang dilakukan sekolah-sekolah dan akan menjadi presenden buruk dalam penegekan hukum dimasyarakat. “kasus seperti ini akan menjadi presenden buruk terhadap apa yang sudah diperintahkan oleh presiden melalui menkopolhunkam yang mengatakan bahwa saber pungli harus disikat habis karena menghalang – halangi pro-pembangunan, “ujarnya.

Menurut Syahnan sangat tidak tepat jika hakim membebaskan terdakwa Pungli tersebut, pasalnya tindakan yang dilakukan oleh para terdakwa sudah jelas tidakan pungutan liar yang memaksa siswa-siswi harus membayar uang tebusan Ijasah sebesar 200 ribu rupiah, dan jika tidak membayar maka siswa tidak tidak akan medapatkan Ijasahnya. “tindakan tersebut sudah jelas pemaksaan berbentuk ancaman yang mana apabila tidak membayar maka siswa tidak akan akan mendapatkan Ijasah, “tuturnya.

Terhadap Vionis Bebas terdakwa pungli di sekolah SMA negeri 1 nanga Pinoh tersebut, Kajari Sintang langsung melontarkan perbandingan kasus Saber Pungli oleh salah satu Oknum Pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang yang divonis terbukti bersalah oleh Hakim Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan negeri Pontianak.

“Kalau kita bandingkan dengan kasus Pungutan liar dengan terdakwa Okhum PNS Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang yang hanya 1000-2000 rupiah, apa bedanya dengan Pungli Disekolah SMA negeri 1 Nanga pinoh yang sudah dilakukan berkali-kali, menurut saya itu sama, yakni sama-sama pungutan liar, jadi kenapa yang satu bisa vonis bersalah dan satunya lagi tidak terbukti bersalah, “ungkap Syahnan penuh Tanda Tanya.

Dengan diterbitkannya amar putusan vonis bebas oleh Hakim tindak pidana Korupsi pada pengadilan Negeri Pontianak terhadap tiga terdakwa pungutan liar tersebut Kejaksaan Negeri Sintang langsung melaukan upaya kasasi ke Mahkamah Agus.

“terhadap Putusan tersebut, kita sudah mengajukan upaya banding kemahkamah Agung, mudah-mudahan kita berharap putusannya akan lebih baik dari apa yang kita tuntut sejak awal.

Sebagaimana diketahui bahwa  Tim Satgas Saber Pungli Polres Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Sekolah dan Guru SMUN 1 Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi atas kasus pungutan liar (pungli) dalam proses pengambilan ijazah kelulusan tahun ajaran 2016/2017 sebesar Rp 200 ribu per orang.

Dalam OTT yang dilakukan atas laporan dari masyarakat tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti antara lain uang Rp 400 ribu, dan uang Rp 10 juta dari ruang Kerja Kepala Sekolah.