Pemda Ketapang Serahkan 2 Unit Seed Boat Untuk Desa Pesaguan Kanan dan Pematang Gadong Sebagai Bantuan Operasioanal

0
580

Foto penyerahan Speed Boat secara simbolis. (Istimewa)
LINTASKAPUAS I KETAPANG, – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ketapang melalui Dinas Perhubungan menyerahkan bantuan operasional 2 unit Speed Boat kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Pesaguan Kanan dan Pemdes Pematang Gadong, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Rabu (15/12/2021).

Bupati Ketapang Martin Rantan saat dikonfirmasi mengatakan Kedua Speed Boat tersebut diserahkan guna pinjam pakai artinya Speed Boat ini masih menjadi aset Dinas Perhubungan, namun pihak Dishub segera mengurus administrasi agar Speed Boat tersebut menjadi aset Desa.

“Speed Boat ini silahkan gunakan untuk operasional Kepemerintahan di Desa masing-masing namun selain itu juga dapat digunakan untuk kepentingan pelaksanaan program-program strategis di Kecamatan Matan Hilir Selatan,” ujar Martin Kamis, (16/12)

Akia memaparkan terkait program yang akan dilaksanakan yakni agroforestri untuk di Desa Pematang Gadong lebih fokus di pertanian dan kepariwisataan sedang kan di Desa Pesaguan Kanan Industri Pertanian dan Pabrikasi.

“Desa Pesaguan Kanan ini disamping mengurusi pertanian dan kawasan Food Estate tetapi juga mengurusi industri hilir yaitu pabrik pakan ternak, pabrik kelapa sawit, sesudah itu akan ada refinery yaitu mengubah CPO menjadi sabun, minyak goreng curah, dan sebagainya,” jelasnnya.

Akia menambahkan, tujuan pemerintah membuat program ini agar masyarakat bisa berkerja sehingga akan ada uang yang berputar di daerah ini dan masyarakat bisa menikmati dari perputaran uang tersebut, sehingga bisa menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat.

Tak hanya itu, Martin juga menerangkan bahwa pembibitan kelapa sawit yang dibangun Pemerintah Daerah di Desa Sungai Besar akan digunakan untuk kepentingan kelompok tani masyarakat plasma mandiri yang akan didata dengan surat daftar budidaya.

“Pembibitan ini dibangun untuk membantu masyarakat dengan bibit unggul, yaitu kelompok tani masyarakat plasma mandiri yang sudah didata,” tutupnya. (afy)