Terduga Korupsi ADD, Kejari Tahan Kades Aktif Desa Senibung

0
36
Tersangka L menggunakan Rompi Merah muda, kasus Korupsi Tindak Pidana ADD Desa Senibung Kecamatan Ketungau Hilir digiring menuju mobil tahanan Kejaksaan Negeri Sintang untuk dititipkan di Lapas. Kelas II B Sintang

LINTASKAPUAS | SINTANG – Kejaksaan Negeri Sintang menahan Kepala Desa Senibung, Kecamatan Ketungau Hilir Kabupaten Sintang, terduga Kasus Tindak Pidana Korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2017 dan 2019, pada Rabu 27 Juli 2022.

Usai menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Sintang, Kepala Desa Senibung dengan nama inisial L ditetapkan sebagai tersangka dan langsung digiring menuju mobil tahanan mengenakan rompi merah muda untuk dititipkan di Lapas kelas II B Sintang.

Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Porman Patuan Radot mengatakan, penahanan Kepala Desa Senibung dilakukan setelah tim penyidik tindak Pidana Khusus Kejari Sintang mengantongi dua alat bukti sesuai dengan yang diatur dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Penyidik, Kades Senibung langsung ditetapkan sebagai tersangka karena sudah memenuhi unsur pidana sesuai dengan pasal yang disangkakan,” ucapnya.

Radot juga mengatakan penahanan langsung dilakukan terhadap tersangka merupakan langkah subjektif dan objektif dari penyidik karena pasal yang disangkakan di atas lima tahun penjara serta sebagai langkah antisipasi tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

“Penahanan dilakukan karena penyenyidik menyangkakan pasal ancaman diatas lima tahun penjara maka langsung ditahan, ” jelas Radot.

Menurut Radot, total kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan tersangka sebesar Rp. 263.471.650.

“Dari hasil penyelidikan ada sejumlah item kegiatan pembangunan sarana dan prasarana desa fiktif mulai dari pembangunan Balai Dusun Munggu Bangkalan, tahun 2017 dengan anggaran sebesar 33.269.500, pembangunan Balai Dusun Lulung Ribu sebesar Rp.31.580.000. Selanjutnya, rehab berat balai Desa di dusun Sebakong dengan nilai anggaran Rp.19.130.000, pembangunan sarana dan prasarana air bersih dusun Semelaban tahun anggaran 2017 sebesar 10.388.000, pembangunan sarana dan prasarana Air bersih dusun Sebakong tahun anggaran 2017 sebesar 40.445.000 dan pembangunan sarana dan prasarana PAUD milik Desa Senibung tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 63.000.500 serta belanja penampungan air sarana dan prasarana rehabilitasi peningkatan sumber air milik desa tahun 2019 sebesar Rp. 65.658.650,” papar Radot.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1), (2), (3) UU RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas UU. RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“Sesuai dengan pasal yang disangkakan tersangka terancam hukuman di atas lima tahun penjara,” pungkasnya.