Wujud Empati Bangsa: Kapolres Sintang Pimpin Doa Bersama Lintas Agama untuk Korban Banjir Sumatera

0
277

LINTASKAPUAS | SINTANG – Di tengah suasana persiapan pergantian tahun, Kepolisian Resor (Polres) Sintang menggelar aksi solidaritas spiritual yang menyentuh hati. Kapolres Sintang memimpin langsung kegiatan doa bersama lintas agama yang ditujukan bagi para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh tokoh-tokoh agama, jajaran Forkopimda, mahasiswa serta masyarakat setempat.

Fokus utama doa bersama ini adalah memberikan dukungan moril bagi warga di wilayah terdampak, khususnya di Kabupaten Langkat, Aceh Tamiang dan kabupaten lainnya yang hingga kini masih berjuang di masa pemulihan.

Kapolres Sintang, AKBP Sanny Handityo dalam sambutannya menekankan bahwa jarak geografis bukan penghalang bagi masyarakat Sintang untuk merasakan duka yang dialami saudara sebangsa di Pulau Sumatera.

“Situasi di sana belum sepenuhnya pulih. Saudara-saudara kita masih membutuhkan bantuan, untaian doa, dan semangat solidaritas kita semua. Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata persatuan bangsa,” ujar Kapolres Sintang.

Beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana introspeksi diri guna mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta mensyukuri nikmat keamanan dan keselamatan yang masih dirasakan di Kabupaten Sintang.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, Kapolres mengeluarkan imbauan khusus yang sarat akan empati. Beliau meminta masyarakat untuk merayakan momen tersebut dengan penuh kesederhanaan.

“Kami menghimbau masyarakat agar menyambut Natal dan Tahun Baru tanpa euforia yang berlebihan. Mari kita tunjukkan empati kita kepada para korban jiwa akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. Rayakan lah dengan penuh kesederhanaan dan doa,” tambahnya.

Sementara Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap kegiatan doa bersama lintas agama yang digelar oleh Polres Sintang. .

Bala menyampaikan doa Bersama tersebut sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, sekaligus mencerminkan kuatnya nilai toleransi antar umat beragama di Kabupaten Sintang. Menurutnya, doa bersama lintas agama bukan hanya bentuk empati moral, tetapi juga simbol persatuan bangsa dalam menghadapi duka dan cobaan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sintang, saya mengapresiasi Polres Sintang yang telah menginisiasi doa bersama lintas agama ini. Ini adalah bentuk kepedulian kita kepada saudara-saudara kita di Sumatera yang sedang tertimpa musibah,” ujar Gregorius Herkulanus Bala.

Ia berharap doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dapat memberikan kekuatan, ketabahan, serta pengharapan baru bagi para korban dan keluarga yang terdampak bencana. Selain itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa empati dan gotong royong dalam menghadapi berbagai bencana alam yang terjadi di Tanah Air.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan doa yang dipimpin secara bergantian oleh para pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Suasana haru menyelimuti lokasi saat para tokoh agama menyatukan harapan demi keselamatan Indonesia dan perlindungan bagi warga yang tertimpa musibah.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat ikatan toleransi antar umat beragama di Sintang, tetapi juga menginspirasi semangat gotong royong untuk membangun Kabupaten Sintang yang lebih baik dan tangguh di masa depan.