Komisi B Tinjau Ruas Jalan Buluh Kuning-Nanga Pari

0
1868
Jalan menuju Bedayan dipenuhi kubangan. Warga berharap jalan segera diperbaiki agar transportasi kembali normal
Jalan menuju Bedayan dipenuhi kubangan. Warga berharap jalan segera diperbaiki agar transportasi kembali normal

Akses Menuju Bedayan Jadi Kubangan

SEPAUK-Suwardi tergopoh-gopoh keluar dari jalan alternatif di ruas Buluh Kuning-Bedayan Kecamatan Sepauk, Selasa (5/4). Kondisi jalan kabupaten yang rusak membuat warga Bedayan ini terpaksa melewati jalan alternatif yang penuh semak.

‘Jalan Cendol’ begitu warga setempat menyebut kondisi jalan Buluh Kuning-Bedayan yang rusak parah. Lubang dalam menganga disana sini. Saking banyaknya lobang, seolah tak ada jalan keluar bagi pengendara. Yang tampak, hanyalah tanah kuning berlumpur.

“Sebenarnya, kalau jalannya bagus, membawa sembako dari Buluh Kuning ke Bedayan hanya 20 menit saja. Tapi karena jalan rusak, perjalanan bisa seharian, bahkan lebih. Karena harus antre dengan kendaraan lain yang banyak terjebak,” kata Suwardi disela kunjungan Komisi B DPRD Sintang.

Wakil Ketua DPRD Sintang Sandan dan Komisi B berbincang dengan Kades Bedayan
Wakil Ketua DPRD Sintang Sandan dan Komisi B berbincang dengan Kades Bedayan

Selain Bejang, Wakil Ketua DPRD Sintang, Sandan juga ikut serta dalam kunjungan kerja tersebut. Hadir pula Wakil Ketua Komisi B Markus Jembari, Kusnadi, Abdurrazak, GB Bala, Romeo, Julian Sahri, Hikman Sudirman, Kelibuk dan Maenar Puspa Sari.

Suwardi menyebut, rusaknya jalan tak hanya berpengaruh pada putusnya transportasi. Tetapi juga mahalnya sembako. Sembako mahal karena sewa Strada dari Simpang Manis Raya menuju Bedayan untuk mengangkut sembako cukup besar yakni Rp1,2 juta. “Tak hanya sembako, bensin juga mahal. Harganya Rp10 ribu per liter, kalau Solar Rp9 ribu per liter,” bebernya.

Akibat jalan rusak, warga gotong royong membuat jalur alternatif. Tapi hanya bisa dilewati sepeda motor. “Yang lewat harus membayar. Jumlahnya tidak ditentukan, seikhlasnya saja,” sambungnya. Ia mengatakan, titik kerusakan jalan di ruas Buluh Kuning-Bedayan jumlahnya tak terhitung. “Karena sebagian besar jalan rusak parah hingga ke Desa Bedayan,” sambungnya.

Komisi B DPRD Sintang ketikan meninjau jalan menuju Bedayan

Ertok Maulana, Kepala Desa Bedayan mengatakan ruas jalan yang rusak parah sudah terjadi setahun terakhir. “Kami sudah sering menyampaikan keluhan ke pemerintah. Pemerintah sempat sempat memperbaikinya, tapi rusak lagi,” bebernya.

Perbaikan jalan yang rusak, kata Ertok, sempat dibantu perusahaan. Tapi karena kerusakan makin parah, perusahaan angkat tangan. Ia berharap, datangnya Komisi B DPRD Sintang ke lapangan bisa berdampak lebih baik pada perbaikan jalan.

Warga menyambut kedatangan Komisi B DPRD Sintang di jalan menuju Bedayan yang rusak parah
Warga menyambut kedatangan Komisi B DPRD Sintang di jalan menuju Bedayan yang rusak parah

Ketua Komisi B DPRD Sintang, Harjono mengatakan jalan Buluh Kuning-Nanga Pari pernah dianggarkan dalam APBD tahun 2014 sebesar Rp1,6 miliar. Namun, karena ruas yang ditangani cukup panjang, perbaikan jalan tidak optimal. Akibatnya sejumlah titik jalan rusak lagi. Salah satunya akses menuju Bedayan. “Jalan rusak karena tak hanya dilewati oleh masyarakat. Tapi juga oleh perusahaan yang mengangkut sawit. Ketika rusak, tidak ada andil perusahaan untuk memperbaiki,” katanya.

Pria yang akrab disapa Bejang ini menuturkan, ruas jalan yang dimaksud juga sudah dianggarkan lagi dalam APBD tahun 2015 sebesar Rp4 miliar. “Saya kira, jumlah itu tak cukup. Setelah kami lihat, kerusakan jalan sangat parah,” katanya.

Meski perbaikan jalan sudah dianggarkan, politisi Golkar ini tetap meminta masyarakat menyurati DPRD Sintang terkait kerusakan jalan Bedayan. Surat tersebut akan menjadi dasar untuk memanggil perusahaan. “Hasil kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan perusahaan. Jalan ini akan menjadi fokus perhatian dewan agar dianggarkan lagi tahun 2017, minimal bisa fungsional,” pungkasnya.