Polsek Serawai Tangkap 2000 Batang Kayu Durian Olahan

0
910

LINTASKAPUAS I SINTANG – Polisi Sektor Kecamatan(Polsek) Serawai Menangkap lebih kurang 2000 batang Kayu Durian olahan diduga Illegal di Perairan Sungai Melawi wilayah Serawai pada Rabu(5/12/2018)

Dengan Adanya Informasi tersebut, Sejumlah wartawan langsung melakukan Konfirmasi kepada Kapolsek Serawai, Ipda Rahmat Kartono membenarkan terkait dengan tangkapan tersebut. hanya saja kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polres Sintang.
“Ia informasi tersebut memang benar. hanya saja perkaranya sudah kita limpahkan ke Polres Sintang. jadi kalau mau data lebih lengkap silahkan saja langsung konfirmasi kepada Humas Polres Sintang, ” ujar Ipda Rahmat.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Indra Asrianto saat dikonfirmasi terkait dengan tangkapan tersebut, bahwa Polres Sintang sudah menerima Limpahan Perakara tersebut dan menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah ada dua orang ditetapkan sebagai terlapor yakni atas nama inisal MO dan JH.

Ia pun membeberkan kronologisnya, bahwa pari Rabu (5/12) pelapor sedang berpatroli dan penyelidikan tentang adanya dugaan tindak pidana illegal logging dan dibawa menggunakan jalur perairan Sungai Melawi, Kecamatan Serawai dengan menarik rakit kayu.

Kemudian pelapor (polisi) dan dua orang rekan lainnya mengejar motor air dengan nomor ST 422 tersebut dan menyuruh motoris motor air tersebut untuk menepi. Setelah menepi petugas mendatangi, memeriksa dan menemukan kayu jenis durian sebanyak kurang lebih dua ribu batang.

“Kemudian pelapor menanyakan tentang kelengkapan dokumen kayu tersebut kepada motorisnya, namun motoris tersebut tidak bisa menunjukan dokumen atas kayu itu. Saat ini, kayu sedang dalam perjalanan menuju Sintang,” katanya.

Dijelaskannya, atas perbuatan itu, pelaku dikenakan dugaan tindak pidana orang atau perseorangan dengan sengaja menerima, membeli, menjual, menerima tukar, menerima titipan dan atau memiliki hasil hutan yang diketahui berasal dari pembalakan liar.

“Atau perorangan dengan sengaja mengangkut, menguasai atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi bersama surat keterangan sahnya hasil hutan kayu yang di duga berasal dari pembalakan liar, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 Ayat 1 huruf A dan atau Pasal 83 ayat 1 huruf B dan C Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan perusakan hutan,” pungkasnya.