Upin-Ipin Sintang, Pengedar Narkoba di Tangkap Polisi

0
33
Kapolres Sintang AKBP Tommy Ferdian pimpin pers release didampingi Wakapolres Kompol Wiwin Syamsul dan kasatres Narkoba Iptu Sophar Aritonang dalam pengungkapan kasus Narkoba oleh Satres Narkoba Polres Sintang

LINTASKAPUAS | SINTANG – Satuan Reserse Narkoba Polres Sintang berhasil menangkap dua orang saudara kembar bak Upin-Ipin atas nama inisial AZI dan AZA serta satu orang berinisial HD karena terbukti mengedarkan narkoba.

Dari kedua tangan saudara kembar Upin-Ipin Sintang ini, aparat kepolisian berhasil mengamankan barang bukti 12 paket narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 12,8 gram.
Sementara, dari tersangka ketiga dengan inisial HD, berhasil diamankan barang bukti paket narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 80.7 gram.

Kapolres Sintang, AKBP Tommy Ferdian mengungkapkan bahwa penangkapan saudara kembar tersebut berawal dari adanya laporan warga bahwa kedua tersangka memiliki dan menyimpan barang terlarang diduga narkotika jenis sabu-sabu.

Selanjutnya pada Minggu, 19 Juni 2022, sekitar pukul 13.00 WIB, polisi langsung menangkap keduanya.
“Kedua tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu ini kita tangkap pada Minggu 19 Juni 2022 di Jalan Masuka Darat Gang Bali, Kelurahan Kapuas Kanan Hilir, Kecamatan Sintang, sementara tersangka HD kita amankan pada Kamis 9 Juni 2022 pukul 20.40,” ungkap Kapolres Sintang saat menggelar press release di halaman Mapolres Sintang, Rabu (29/06/2022).

Kapolres juga menuturkan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap kedua HP tersangka bahwa tersangka AZI baru saja meletakkan sabu-sabu yang diselipkan di pohon sawit di Jalan Masuka I Gang Jahir. Dengan disaksikan ketua RT setempat, tersangka menunjukkan tempat dan barang bukti disimpan. Lalu aparat menggeledah rumah kembarannya yang berinisial AZA dan berhasil menemukan 11 paket sabu-sabu,” kata Kapolres.

Kapolres mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka mereka mendapatkan barang haram tersebut dari Pontianak melalui perantara jasa kurir dengan harga di kisaran Rp. 750.000 (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dan dijual kembali dengan harga Rp. 1.200.000 (Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah).

Kapolres juga menuturkan bahwa dari ketiga tersangka tersebut, si kembar yakni AZI ataupun si adik merupakan residivis 3 tahun yang lalu dan sekarang mengulangi kembali perbuatannya bersama dengan sang kakak yakni AZA.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka akan dijerat Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.